POJOKSATU.ID - Industri minyak dan gas (migas) menghadapi tantangan yang kian kompleks. Persaingan ketat menuntut tenaga kerja yang bukan hanya cerdas secara teori, tetapi juga kompeten di lapangan dengan sertifikasi profesi yang diakui.

Menjawab kebutuhan ini, Universitas Islam Riau (UIR) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pusat Pembinaan Pelatihan dan Sertifikasi Mandiri (P3SM), Kamis (13/2/2026).

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan tiga dokumen sekaligus, Nota Kesepahaman (MoU), Nota Kesepakatan (MoA), dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Fokus utama sinergi ini adalah memastikan lulusan UIR memiliki sertifikasi profesi nasional maupun internasional, khususnya di sektor energi yang menjadi tulang punggung perekonomian Riau.

Baca Juga: RESMI! DPR Sepakat Dorong Undang-Undang Perlindungan Guru Jadi Prioritas Prolegnas, Ini Dampaknya bagi Tunjangan, Kriminalisasi, dan Nasib Honorer

Pimpinan P3SM, Aswandi, menegaskan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk menembus industri migas. 

“Industri migas membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga tersertifikasi dan memahami standar keselamatan kerja nasional maupun internasional. Ini menjadi kunci keberlanjutan operasional industri migas di daerah,” ujarnya. Minggu (15/2/2025).

Rektor UIR, Admiral, menyambut baik langkah ini sebagai wujud nyata konsep link and match antara kampus dan industri. Ia menekankan peran Migas Center Riau sebagai laboratorium pengembangan keilmuan yang relevan dengan kebutuhan pasar.

“Melalui sinergi ini, UIR akan mendorong penguatan riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri migas, serta optimalisasi peran Migas Center Riau,” jelasnya.

Baca Juga: Kumpulkan Stakeholder, Bapanas Perkuat Stabilisasi Harga dan Pasokan Cabai

Dukungan juga datang dari Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau, Ulul Azmi. Ia menilai kolaborasi ini akan melahirkan budaya keselamatan (safety culture) yang kuat di kalangan calon insinyur muda.

“Sinergi antara kampus, lembaga pelatihan, lembaga sertifikasi, dan organisasi profesi akan melahirkan SDM migas yang unggul, profesional, serta mampu menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan produktivitas industri,” katanya.

Pertemuan strategis ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Asosiasi Kharisma Muhammad Herwan, Ketua P3SM Riau Roy Meindo, Direktur SKPI Hardianedil, Ketua LSP K3 Mandiri Lia Muliana Hasibuan, Ketua LSP Sertimigas Syarif, serta Ketua Migas Center Riau Fitrianti.***