POJOKSATU.id - Kinerja program Peningkatan Peran Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera di RW 10, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, sukses menuai apresiasi tinggi dari Tim Penilai Provinsi Jawa barat.
Tahapan evaluasi pamungkas untuk tingkat provinsi tahun 2025 telah rampung dilaksanakan secara virtual pada Rabu 26 November 2025.
Nessi Annisa Handari selaku Kepala DP3AP2KB Kota Depok mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran proses penilaian yang mampu memotret seluruh kegiatan di lokasi secara komprehensif.
Baca Juga: Polres Tangsel Bongkar 13 Kasus Narkoba dan Obat Keras, 18 Tersangka Diciduk
"Ini merupakan bentuk kolaborasi hampir seluruh perangkat daerah di Kota Depok, baik pembangunan fisik maupun non fisik," ujarnya.
Menurut Nessi, intervensi program di wilayah tersebut mencakup aspek yang luas, mulai dari peningkatan kapasitas perempuan, pola asuh anak, mitigasi bencana, hingga penguatan ekonomi lokal.
Tak hanya pemberdayaan manusia, pembenahan fisik seperti perbaikan jalan, drainase, dan renovasi rumah tidak layak huni turut dikerjakan oleh dinas terkait demi kenyamanan warga.
Baca Juga: HUT ke-17 Kota Tangsel: Rayakan Sweet Seventeen dengan Semangat Bertumbuh dan Berdigdaya
Respons positif pun datang dari tim penilai saat sesi pemaparan yang menyajikan data lengkap, termasuk andil besar dari pihak swasta melalui CSR dan kalangan akademisi.
Ia menyampaikan dampak terlihat jelas jika dibandingkan sebelum program masuk dan setelah program berjalan.
"Pemberdayaan ekonomi meningkat, ada empat anak yang sempat tidak sekolah berhasil diadvokasi hingga kembali bersekolah, dan angka stunting menurun," jelas Nessi.
Baca Juga: Tangsel Rayakan HUT ke-17, Logo Baru dan Semangat Bertumbuh, Berkarya, Berdigdaya, Jadi Sorotan
Nessi menegaskan bahwa pencapaian signifikan ini adalah buah manis dari sinergi yang solid antara pemerintah kota dan partisipasi aktif warga setempat.
"Ini membuktikan bahwa P2WKSS bisa berjalan baik ketika semua merasa memiliki. Masyarakat sangat luar biasa," kata dia.
"Ditambah dukungan Pak Lurah yang melibatkan berbagai potensi seperti UI, BSI, dan beberapa perusahaan," sambungnya.
Program Keberlanjutan Tetap Berjalan
Walaupun tahun 2025 menandai akhir penilaian P2WKSS oleh provinsi, semangat kebermanfaatan program ini dipastikan tidak akan padam dan justru akan berevolusi dengan wajah baru.
"Programnya tidak berhenti. Ke depan, P2WKSS akan masuk dalam program Sri Baduga yang merupakan penilaian kinerja kelurahan. Kegiatannya tetap sama, hanya penamaannya yang berubah," ujar Nessi.
Baca Juga: Klasterisasi di PTS 2026, Pemerintah Tegaskan Bukan Pemeringkatan, Cek Data Lengkap di Sini
Pemkot Depok bahkan telah merancang skema pengawalan jangka panjang hingga tahun 2026 untuk menjamin keberlanjutan usaha warga, mulai dari legalitas izin hingga strategi pemasaran produk.
Optimis Beri Hasil Terbaik
Melihat dedikasi yang tercurah, Nessi meyakini RW 10 Sukamaju mampu menyabet nilai maksimal dalam ajang penilaian tahun ini.
"InsyaAllah saya optimis, karena bukan hanya pemerintah yang bergerak. Masyarakatnya guyub dan berupaya keras. Kerja keras bersama pasti menghasilkan hasil terbaik," ungkapnya.
Ia menaruh harapan besar agar keberhasilan transformasi di RW 10 ini mampu menjadi pemantik semangat dan contoh nyata bagi wilayah lain di Depok.
"Mudah-mudahan program di sini bisa menginspirasi kelurahan lain. Kita ingin bisa mendongkrak IPM, meningkatkan daya beli, serta memperkuat pendidikan di masyarakat,' tutup Nessi.***




