POJOKSATU.id - Wali Kota Depok, Supian Suri, secara resmi menetapkan Posyandu Anyelir 1 di Cilodong sebagai lokasi kedua percontohan Posyandu Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Agenda peresmian pada Senin 24 November 2025 tersebut turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, beserta jajaran perangkat daerah terkait.

Supian Suri menegaskan bahwa inisiatif ini adalah momentum vital untuk memperluas cakupan pengabdian posyandu yang kini tidak lagi terbatas pada isu medis semata.

Baca Juga: Tragis! Mobil Damkar Harus Didorong, Bagaimana Jika Api Membesar?

"Dulu kita hanya melayani bidang kesehatan, hari ini kita melayani enam bidang, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta pelayanan ketertiban dan perlindungan masyarakat," ujarnya.

Berbeda dengan peresmian pertama di Bojongsari, kali ini Wali Kota menekankan pentingnya proses bertahap agar kualitas implementasi regulasi benar-benar terjaga di setiap posyandu.

"Saya sengaja tidak mau langsung melaunching semuanya, karena saya ingin yang diresmikan benar-benar siap melaksanakan enam SPM," jelasnya.

Baca Juga: Belum Lolos Magang Batch 2? Batch 3 Kemnaker Resmi Dibuka, Buruan Daftar Mulai 4 Desember 2025

Langkah strategis Pemerintah Kota Depok ini mendapat sambutan positif secara virtual dari Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Barat, Siska Gerfianti.

Selain fokus pada SPM, apresiasi juga diberikan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Cilodong yang menjadi garda terdepan program Makan Bergizi Gratis.

"Ini menjadi kaitannya dengan Posyandu. Hari ini kita masih mengeluhkan anak-anak stunting. SPPG kita akan melayani perhatian untuk anak-anak stunting, balita, ibu hamil, ibu menyusui, sampai anak-anak sekolah PAUD hingga SMA," ungkapnya.

Baca Juga: Berapa Gaji Pensiunan Golongan I–IV Desember 2025? Ini Rincian Lengkapnya Berdasarkan PP 8/2024

Wali Kota lantas menginstruksikan puskesmas dan lurah untuk memverifikasi data penerima manfaat secara ketat, mengingat banyaknya titik SPPG di Kelurahan Sukamaju.

"Jangan SPPG jalan sendiri. Ini sangat berkaitan, dan program makan bergizi gratis ini harus benar-benar dilaksanakan," tegasnya.

Acara ditutup dengan penyerahan berbagai bantuan sosial, mulai dari dari alat edukasi anak, beasiswa sekolah swasta, hingga alat bantu gerak lansia demi pemerataan kesejahteraan warga.***