POJOKSATU.ID, Kegiatan tombak ikan merupakan rutinitas atau tradisi masyarakat Wasuemba, yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

Hal ini merupakan ciri khas desa yang telah berstatus desa wisata tersebut. Ciri khas inilah yang kemudian dikemas sebagai salah satu bentuk promosi kepariwisataan di Kabupaten Buton.

Baca Juga: Jembatan Teluk Kendari Jadi Destinasi Wisata Warga Sulawesi Tenggara

Kawasan pesisir di wilayah Desa Wasuemba masih terjaga kelestariannya sehingga menjadi surga bagi ikan-ikan untuk berkembang biak.

Hal ini didukung oleh masyarakat Desa Wasuemba yang masih memegang teguh hukum adat dalam melestarikan lingkungan perairannya.

Baca Juga: 8 Destinasi Wisata yang Cocok untuk Dikunjungi saat Musim Hujan

Dikutip dari Nawalamedia.id, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Belli mengatakan, salah satu kebijakan kepariwisataan saat ini adalah pengembangan kawasan pedesaan sebagai destinasi wisata, yang kemudian disebut sebagai desa wisata.

"Destinasi wisata alternatif dengan melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi. Dengan pemberdayaan seperti ini, masyarakat desa akan turut merasakan manfaat dari pembangunan kepariwisataan,” ungkapnya dalam keterangannya diterima Pojoksatu.id, Minggu (19/11/2023).

Ia mengungkapkan, salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Desa Wasuemba adalah kegiatan tombak ikan, yang dapat menjadi pengalaman unik dan tak terlupakan bagi wisatawan. Atraksi seperti ini, kata Belli, berpeluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sultra.

Baca Juga: 5 Kekayaan Wisata Religi di Padang, Cocok untuk Generasi Masa Kini

“Bagi anda yang ingin merasakan sensasi langsung menombak ikan di laut, Desa Wasuemba adalah pilihannya. Kami tunggu di Wasuemba,” pungkasnya.