CIREBON, POJOKSATU.ID - Isu yang menyebut Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, berambisi menggantikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menuai tanggapan dari Ketua Umum Gerakan Indonesia Pasti, Heru Subagia.
Heru menilai narasi tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan menyebutnya sebagai isu yang sengaja diembuskan untuk memengaruhi opini publik di tengah dinamika politik nasional.
Menurut Heru, kemunculan isu tersebut juga berdekatan dengan polemik putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 742 K/TUN/2026 terkait persoalan ijazah. Ia menduga, isu pergantian wakil presiden berpotensi menjadi pengalihan perhatian dari persoalan lain yang tengah menjadi sorotan.
Heru menyebut sedikitnya ada tiga alasan yang menurutnya menunjukkan bahwa narasi Dasco mengincar kursi wakil presiden tidak memiliki pijakan politik yang jelas.
Pertama, diduga menjadi pengalihan isu penyadapan ilegal. Heru mengaitkan kemunculan rumor tersebut dengan dugaan kasus penyadapan ilegal yang disebut-sebut menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat tinggi negara.
Ia menduga, isu mengenai Dasco sengaja dimunculkan untuk menggeser perhatian publik dari proses pengusutan dugaan penyadapan yang diklaim tengah ditangani Bareskrim Polri.
Namun, dugaan keterkaitan antara kedua isu tersebut merupakan analisis Heru dan belum disertai bukti yang ditampilkan dalam pernyataannya.
Kedua, dinilai bertentangan dengan komitmen koalisi pemerintahan. Heru juga menilai tudingan bahwa Dasco mengincar posisi wakil presiden tidak sejalan dengan komitmen politik Partai Gerindra dalam menjaga soliditas Koalisi Indonesia Maju.
Menurut dia, pemerintahan Prabowo-Gibran dibangun dengan dukungan sejumlah partai politik besar, termasuk Golkar, Demokrat, dan PAN.
"Saya berpandangan bahwa upaya merebut posisi wakil presiden melalui manuver politik justru berpotensi mengganggu hubungan antarpartai pendukung pemerintah," ucapnya Kamis (5/11/2026)
Heru menilai Dasco selama ini lebih banyak mengambil peran sebagai penghubung dan penjaga komunikasi politik di antara berbagai kekuatan politik.
Ketiga, posisi Dasco di parlemen dinilai sudah strategis. Heru melihat posisi Dasco sebagai Wakil Ketua DPR RI memiliki peran penting dalam dinamika politik nasional.
"Dasco selama ini berperan dalam menjembatani komunikasi antara parlemen, pemerintah, partai politik, hingga kelompok masyarakat,"ujarnya
Dalam berbagai situasi, termasuk ketika muncul demonstrasi dan pembahasan regulasi yang menjadi perhatian publik, Dasco disebut kerap mengambil peran dalam membuka ruang komunikasi.
Menurut Heru, posisi strategis tersebut membuat Dasco memiliki peran penting dalam menjaga hubungan antara pemerintah dan parlemen.
Heru menegaskan, rumor mengenai pergantian wakil presiden seharusnya tidak langsung dipercaya tanpa didukung fakta dan informasi yang dapat diverifikasi.
Ia juga merujuk pada bantahan Dasco melalui akun media sosial pribadinya yang menyatakan bahwa kabar dirinya mengincar posisi wakil presiden merupakan hoaks.
Bagi Heru, dinamika politik nasional seharusnya dibangun berdasarkan informasi yang teruji, bukan spekulasi mengenai perebutan jabatan.
Ia berpandangan bahwa isu tersebut justru berpotensi mengaburkan perhatian publik terhadap persoalan lain yang membutuhkan penjelasan dan penanganan aparat penegak hukum.
"Masyarakat untuk lebih kritis dalam menyikapi berbagai narasi politik yang beredar, terutama informasi yang menyangkut hubungan antartokoh dan stabilitas pemerintahan,"pungkasnya.***




