POJOKSATU.ID - Sidak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di pabrik Aqua pada hari Senin, 20 Oktober 2025, membuat perusahaan air minum dalam kemasan tersebut jadi perbincangan hangat publik.

Sejumlah pertanyaan publik pun muncul, kenapa Dedi Mulyadi melakukan sidak tersebut, apakah karena ingin membuka aib perusahaan atau terkait hal lain?

Dalam unggahan di akun medsos pribadinya pada hari Jumat, 24 Oktober 2025, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa industri harus memberi manfaat untuk warga sekitar.

Baca Juga: Tinggal Dekat Pabrik Aqua Subang, Warga Desa Darmaga Kesulitan Air Bersih, hingga Harus Beli

"Manakala ada perusahaan air mineral disitu, maka rakyat disitu harus memiliki kecukupan air, rakyatnya harus bisa bekerja, jalannya harus bagus, para petaninya tidak boleh kekurangan air," kata Dedi Mulyadi.

Dengan adanya industri di wilayah pemukiman, diharapkan membuat warga sekitar dapat hidup sejahtera.

Bukan malah sebaliknya, industri justru membuat warga sekitar harus merana karena kekurangan air bersih.

Baca Juga: Hadirkan Teknologi WIM-VISI, Transportasi Bebas ODOL 2027, Dari Jalan Raya ke Ekosistem Digital Terpadu

"Saya ingin bahwa, negara ini, provinsi ini, kabupaten ini, kecamatan dan desa ini punya keseimbangan," tegas Dedi Mulyadi.

Tak hanya itu, kedatangan Dedi Mulyadi juga ingin meninjau langsung kehidupan warga sekitar.

Pajak perusahaan yang diterima oleh Pemerintah Provinsi diharapkan bisa membuat warga sekitar jadi prioritas untuk menerima manfaatnya.

Baca Juga: Ini Bedanya Jabatan Fungsional dan Struktural! ASN Wajib Tahu Sebelum Meniti Karier

Untuk pendidikan agar membuat mereka terlepas dari garis kemiskinan menuju kelas menengah.

Pabrik Aqua merupakan contoh agar pemerintah kabupaten dan kota lain untuk memprioritaskan warga sekitar industri sebagai penerima manfaat pajak perusahaan.

Karena mereka sudah berkorban setiap hari dengan gangguan dari udara yang mungkin tercemar hingga suara mesin yang bising di malam hari.

Baca Juga: BNI Tunjukkan Ketangguhan di Kuartal III 2025, Digitalisasi dan Dana Murah Jadi Penggerak Utama

Selain itu, muatan truk Aqua yang melebihi batas jadi sorotan Dedi Mulyadi, disaat Pemprov Jawa Barat sedang membangun jalan.

Kendaraan besar dengan over kapasitas membuat jalan tak berumur panjang, akibatnya akses warga terhambat dan pembanguna sumber daya manusia ikut terganggu.

Sederhananya, kedatangan Dedi Mulyadi dalam rangka untuk menuntaskan kemiskinan di Jawa Barat.

Baca Juga: BRI Apresiasi Desa BRILiaN, Dorong Desa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ia ingin warga di sekitar industri yang kerap tak mendapat manfaat, bisa ikut menikmati pajak yang dibayar perusahaan kepada pemerintah.

Industri juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk bekerja, agar keseimbangan tetap terjaga.

Mantan Bupati Purwakarta ini tak mau terjadi penumpukan anggaran hanya untuk diberikan pada satu kelompok.

Baca Juga: Ribuan Eks Pekerja Sritex Mulai Bekerja, Disnakertrans Jateng Pastikan Hak Karyawan Tetap Terpenuhi

Di sisi lain, ada masyarakat yang sudah mengorbankan ruang hidupnya justru malah menderita kehidupannya.

Dalam sidak yang dilakukan Dedi Mulyadi ini, warga Desa Darmaga yang tinggal dekat dengan pabrik Aqua ternyata tak menikmati air bersih gratis.***