POJOKSATU.id - Misteri motif mutilasi mahasiswa UMY Redho Tri Agustian di Sleman sampai saat ini masih cukup misteri.

Tidak heran, publik pun memunculkan berbagai spekulasi terkait peristiwa yang dialami Redho Tri Agustian itu.

Salah satu motif yang muncul adalah bahwa mutilasi Redho Tri Agustian itu berkaitan dengan hubungan sesama jenis, alias LGBT.

Baca Juga: Penjelasan Densus 88 Polisi Tembak Polisi di Cikeas Bogor, Tas Dibuka lalu Dor!

Hal itu diperkuat dengan pernyataan kepolisian yang menyebut ada aktivtas tidak wajar yang dilakukan korban dengan kedua pelaku.

Sampai saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman dan pemeriksaan intesif terhadap kedua pelaku, Waliyin dan RD.

Terkait hal itu, Wakil Rektor V Bidang Kerjasama dan Internasional UMY Prof Achmad Nurmandi mengungkap fakta baru.

Baca Juga: Tribrata Putra Sambo Akpol, Momen Lulus SMA Taruna Nusantara Lebih Menyayat Hati

Prof Achmad mengungkap bahwa mahasiswa asal Pangkalpinang itu tergolong mahasiswa yang cukup cerdas.

Itu terbukti lantaran Redho merupakan mahasiswa penerima beasiswa dana hibah penelitian mahasiswa.

Beasiswa itu didapat Redho dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, tahun ini.

Baca Juga: Panen Kritikan, Alshad Ahmad Akhirnya Beberkan Penyebab Harimau Peliharaannya 'Cenora' Mati

Dalam program beasiswa itu, Redho mengajukan penelitian berkenaan dengan perilaku menyimpang kaum gay atau LGBT.

Penelitian itu pun mengharuskan korban mengumpulkan data primer dengan berinteraksi dan memasuki kelompok-kelompok LGBT atau yang berafiliasi dengan kelompok LGBT.

Hal itu diperkuat dengan informasi terakhir yang didapat Prof Achmad.

Baca Juga: Usulkan 3.500 Formasi PPPK 2023, Bojonegoro Prioritaskan Guru Honorer

Dimana disebutkan bahwa Redho Tri Agustian tengah berusaha masuk dalam kelompok atau Individu yang terlibat LGBT melalui media sosial Facebook.

"Dari fakta-fakta tersebut bisa diyakini bahwa isu-isu miring mengenai Almarhum saat ini bisa dikatakan tidak benar," ungkapnya, dikutip pojoksatu.id dari Babel Pos, Kamis 25 Juli 2023.

Lalu apa hubungan Waliyin dan RD dengan Redho Tri Agustian?

Baca Juga: Kebakaran Apartemen Urbantown Ciputat, Ini Penjelasan Damkar Tangsel

Prof Achmad menduga, Waliyin dan RD adalah responden dalam penelitian yang sedang dilakukan Redho.

Sebab informasi yang ia dapat bahwa Waliyin adalah pelayan di sebuah restoran.

Sedangkan RD merupakan penjual krupuk di Jakarta.

Baca Juga: Google Protes Draft Perpres tentang Jurnalisme Berkualitas Bakal jadi 'Mesin Pembunuh'

Keseharian Waliyin dan RD itu sama sekali tak berkaitan dengan aktivitas dan keseharian korban yang merupakan seorang mahasiswa.

"Kemungkinan kedua pelaku ini responden penelitian korban tentang LGBT itu," ulas dia.

Pimpinan Majelis Dikti dan Litbang PP Muhammadiyah ini juga mengungkap keseharian Redho di kampus.

Baca Juga: Tentara Menulis

Dimana Redho aktif berorganisasi sebagai pengurus BEM dan pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di lingkup UMY.

Selain itu, Redho Tri Agustian juga merupakan Ketua Tim Peneliti dalam Program Young Sustainable Initiative (YSI).

Dalam program tersebut, Redho memimpin tim penelitian tentang wirausaha olahan kelapa di Desa Jatimulyo.

Baca Juga: Jadwal Japan Open 2023 Hari Ini 27 Juli, Lengkap Perkiraan Jam Bertanding 8 Wakil Indonesia

Sementara di hari terakhir di kampus sebelum menghilang, Redho juga masih aktif mengikuti kegiatan di kampus.

Saat itu, korban masih mengikuti rapat persiapan pelaksanaan Masa Taaruf (MATAF) UMY untuk mahasiswa baru tahun 2023 hingga malam hari.

Barulah setelah itu korban pulang ke tempat kos-nya di Kasihan, Bantul.

Baca Juga: Jadwal Japan Open 2023 Hari Ini 27 Juli, Lengkap Perkiraan Jam Bertanding 8 Wakil Indonesia

Di tempat kos itu pula Redho Tri Agustian diketahui dijemput oleh kedua pelaku, Waliyin dan RD dan dibawa ke tempat kos Waliyin.***