POJOKSATU.id, RIAU-- Hasil survei Trust Indonesia terbaru menunjukkan keunggulan besar elektabilitas pasangan calon (Paslon) Agung Nugroho-Markarius Anwar di Pilwalkot Pekanbaru.

Trust Indonesia mencatat angka elektabilitas sebesar 59,1 persen menjadi yang tertinggi dibandingkan dengan keempat kandidat paslon lainnya.

“Survei Trust Indonesia pada 21-23 November kemarin menunjukkan perolehan elektabilitas tertinggi yang didapat pasangan calon Agung-Markarius. Hasilnya luar biasa, elektabilitas pasangan tersebut berada pada level 59,1 persen," jelas Direktur Riset Ahmad Fadhli dalam keterangan kepada awak media, Selasa (26/11).

"Prediksi kami, pasangan calon Agung-Markarius akan menang telak di Pekanbaru,” ucapnya lagi.

Baca Juga: UPDATE! Identitas Truk Kontainer yang Melindas 2 Orang Pengendara Motor di Perempatan Slipi!

Fadhli menjelaskan tren elektabilitas paslon Agung-Markarius juga cenderung mengalami peningkatan.

Jika dibandingkan dengan hasil survei awal September lalu, pasangan kandidat tersebut mengalami kenaikan sekitar 6,9 persen.

“Elektabilitas Agung-Markarius melaju pesat ke level 59,1 persen. Merujuk data, rasanya hampir pasti pasangan Agung-Markarius bakal memenangkan pilkada kota Pekanbaru. Keunggulan elektabilitasnya tidak tertandingi,” ujar Fadhli.

Sementara itu kandidat Muflihun-Ade Hartati yang digadang-gadang sebagai pesaing terkuat Agung-Markarius justru menunjukkan tren elektabilitas yang menurun.

Baca Juga: DAM Ajak Frontline People Honda Kunjungi Pabrik di Cikarang

Jika dibandingkan dengan survei periode lalu, elektabilitas Muflihun-Ade justru turun dari level 22,5 persen ke level 16,4 persen.

“Berbeda dengan Agung-Markarius, elektabilitas Muflihun-Ade justru menunjukkan tren yang menurun. Saya menduga ini terkait dengan isu negatif yang menimpa figur Muflihun. Terang saja, situasi ini tidak menguntungkan pasangan kandidat tersebut,” jelas dia.

Untuk diketahui, survei Trust Indonesia dilangsungkan pada 21-23 November 2024 di seluruh kecamatan kota Pekanbaru.

Dengan menggunakan metode multistage sampling dan tingkat kesalahan (margin of error) sebesar 2,83 persen, survei dilakukan dengan melibatkan 1.200 responden.

Dengan demikian, tingkat kepercayaan survei ini diyakini berada pada level 95 persen atau dengan kata lain memiliki akurasi yang sangat tinggi.***