POJOKSATU.ID – DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Manukan Lor, Tandes, Surabaya, Sabtu (8/2/2025).

Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia”, acara ini dihadiri lebih dari 300 peserta dan bertujuan menekan angka stunting serta malnutrisi di Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR RI, Lucy Kurniasari, yang hadir dalam acara tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan keberhasilan program MBG, meski dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan lahan untuk pembangunan dapur MBG di Surabaya.

“Pembangunan dapur MBG di Surabaya memang terkendala lahan, tetapi kami akan terus upayakan agar anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui segera mendapatkan manfaatnya,” ujar Lucy.

Lucy juga memperingatkan masyarakat Surabaya untuk waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan BGN dalam program ini.

Baca Juga: BERGABUNG dengan PT Ajinomoto Indonesia, Batas Akhir Lowongan Kerja 28 Februari 2025, Tiga Posisi Tersedia

Dalam kesempatan itu, Lucy mengungkapkan bahwa di wilayah Manukan Lor akan segera didirikan dapur MBG yang melayani 3.000 hingga 4.000 siswa dengan jangkauan maksimal 6 kilometer. Menariknya, program ini turut melibatkan UMKM lokal sebagai penyedia bahan pangan.

“Insya Allah, dapur MBG akan didirikan di berbagai wilayah Surabaya. Keberadaan dapur ini diharapkan mempermudah distribusi makanan bergizi, terutama untuk ibu hamil, balita, serta siswa di berbagai jenjang pendidikan,” tambahnya.

Targetnya, hingga tahun 2026 akan ada 30 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia, guna memastikan pemenuhan gizi merata di semua lapisan masyarakat.

Pada acara sosialisasi ini, Lucy juga membanggakan capaian Surabaya yang berhasil meraih penghargaan dalam penanganan kasus stunting.

“Surabaya berhasil meraih penghargaan atas penanganan stunting. Ini berkat kerja sama masyarakat dan pemerintah kota dalam mengedukasi masyarakat menuju zero stunting,” jelas Lucy.

Sementara itu, perwakilan BGN, Tengku Syahdana, menjelaskan bahwa hingga 22 Januari 2025, telah terbentuk 245 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi.

Baca Juga: Dipepet Begal, Wanita di Madura Berhasil Selamat Usai Nekat Lompat ke Kali dengan Motornya

“Masyarakat dapat berperan aktif dalam program MBG, baik sebagai Mitra BGN, mitra SPPG, maupun petugas di dapur MBG. Ini adalah upaya bersama untuk menciptakan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Tengku.

Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan UMKM, diharapkan program MBG tidak hanya menurunkan angka stunting, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.