POJOKSATU.ID, PURWAKARTA – Untuk mewujudkan pembangunan yang berkesinambungan dan berjalan setiap waktu, maka diperlukan standar harga untuk merumuskan pembangunan yang akan dilakukan setiap tahunnya.
Standar harga untuk pembangunan ini tentunya setiap tahun mengalami pluktuasi harga yang berbeda, hal itu didasari oleh perkembangan pasar atas bahan-bahan dasar bangunan yang setiap tahunnya mengalami kenaikan.
Atas dasar itu, bagian pembangunan di Pemerintah Daerah (Pemda) Purwakarta, perlu penyusunan harga sesuai dengan standar harga untuk dijadikan pedoman dalam perencanaan anggaran belanja daerah.
Baca Juga: Kisah Pelita Jaya, Klub Cikal Bakal Madura United yang Pernah Bermarkas di Karawang dan Purwakarta
Demikian hal itu disampaikan Kepala Bagian Pembangunan (Kabag Pembangunan) Kabupaten Purwakarta, Deden Nugraha dalam rapat koordinasi penyusunan harga standar 2024.
“Tujuan secara umum, untuk memberikan pedoman dalam perencanaan anggaran belanja daerah dalam rangka efisiensi dan efektivitas pengelolaan anggaran belanja daerah,” kata Deden, usai rapat koordinasi penyusunan harga standar, saat berbincang dengan pojoksatu.id belum lama ini.
Masih menurut Kabag Pembangunan, untuk menentukan harga standar mengacu pada beberapa komponen yang saling melengkapi, hingga terciptalah harga standar biaya umum.
Baca Juga: Tahanan Narkoba yang Tewas Dianiaya Kabarnya Sempat Dilempar ke Jurang di Purwakarta
“Komponen itu meliputi harga pasar, harus sesuai dengan aturan atau kententuan perundang-undangan yang berlaku, ketersediaan alokasi anggaran, prinsip ekonomis efisiensi dan efektifitas,” tambah Deden.
Dengan adanya biaya standar, pemerintah daerah bisa merumuskan setiap anggaran pembiayaan ataupun pembelanjaan untuk pembangunan sehingga, bisa dengan jelas jumlah anggaran yang akan dialokasikan untuk belanja yang dilakukan oleh pemda.
“Dengan adanya srandar harga, anggaran belanja untuk pembangunan daerah yang berkesinambungan setiap tahunnya tidak akan tumpang tindih, sehingga arah pembangunan bisa terarah dengan jelas dan lebih efisiensi juga efektif,” tutup Deden mengakhiri pembicaraan. ***




