POJOKSATU.ID - Upaya menyadarkan masyarakat untuk menggunakan hak pilihannya terus dilakukan tidak hanya oleh lembaga Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tapi juga oleh Raya Institut.
Salah satu Narasumber dalam sosialisasi anti Golput, Ari Bahari mengatakan sudah bukan rahasia jika banyak masyarakat yang apatis terhadap Pemilu.
“Saya menyarankan pada masyarakat untuk menbgunakan hak pilih sebaik-baiknya demi kemajuan Indonesia yang lebih maju,” kata Ari ditemui di Kopi Gincu Sedong, Selasa (13/2)
Baca Juga: Beda Tanggapan Elite PDIP dan Demokrat Soal Pelantikan AHY Menjadi Menteri ATR/BPN
Ari yang juga anggota DPP Bapilu Golkar tersebut mengingatkan penting partisipasi masyarakat menggunakan hak pilihnya pada pemilu, supaya suaranya dapat menentukan arah kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Alhamdulillah respon masyarakat di Sedong sangat bagus dan ada beberapa hal teknis yang ditanyakan terkait masalah pencoblosan, masalah orang yang pindah bagaimana, terus yang nggak dapat undangan seperti apa,” ujarnya.
Disinggung tentang pelaksanaan sosialisasi di hari tenang, Ari mengatakan pihak penyelenggara telah mengundang pihak-pihak terkait, tapi waktunya kurang tepat karena bertepatan dengan h-1 pencoblosan.
“Mudah-mudahan dengan sosialisasi anti Golput dapat meningkatkan kehadiran masyarakat sedong dalam pemilu targetnya 60 sampai 70 persen,” ujarnya.
Ari memastikan sosialisasi anti Golput bukan sebagai ajang kampanye, walaupun dirinya tercatat sebagai salah satu kandidat terkuat caleg Golkar di Dapil 7 Kabupaten Cirebon.
“Saya tidak mengampanyekan diri saya bilang kita harus menjaga kondusifitas terkait masa tenang yang sedang berjalan,” Demikian Ari Bahari.
Caption : Sosialisasi anti Golput Raya Institut di Cirebon/ist




