POJOKSATU.id - ARO (9) siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD) di Subang, Jawa Barat yang menjadi korban bullying atau perundungan meninggal dunia pada Senin (25/11).

Korban dikabarkan sempat mendapat perundungan dari kakak kelasnya di sekolah.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, korban mengeluhkan sakit kepala dan mual kepada bibinya.

Korban pun tak sadarkan diri selama dirawat selama 3 hari di ruang ICU anak RSUD Kabupaten Subang.

ARO meninggal dunia usai 6 hari dirawat di RSUD Kabupaten Subang

Jenazah akan diautopsi di RS Polri Losarang, Indramayu untuk mengetahui lebih lanjut penyebab korban meninggal.

Sementara, ada dugaan korban meninggal karena terjadi pendaharaan pada organ tubuhnya.

Baca Juga: Siswa SD Meninggal Karena BULLYING, Hentikan Perundungan, Kepala Sekolah DICOPOT, Siswa Pelaku DIKELUARKAN

"Ini masih dicurigai terjadi pendarahan di otaknya," kata dokter Syamsu Riza dilansir dari Kabar Siang tvOneNews.

Menurut dokter, pendarahan tersebut dicurigai karena korban mengalami benturan di bagian kepala.

Pihak rumah sakit menyatakan tidak bisa melakukan pemeriksaan lanjutan dikarenakan sejak dirawat kondisi korban tidak stabil.

Sementara itu dari keterangan pihak keluarga, korban mengaku sering dipukuli kakak kelasnya.

Menurut penuturan korban, kakak kelas yang memukulinya berasal dari kelas 4 dan 5.

Berdasarkan pengakuan korban, penganiayaan dilakukan oleh kakak kelasnya diduga berinisial M, D dan O.

Alasan penganiayaan tersebut karena korban menolak memberikan uang kepada kakak kelasnya tersebut.***