POJOKSATU.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu bencana alam di dua kecamatan Warungkiara dan Cikembar.

Kondisi pada tanggal 3 November 2025 masih dalam kerusakan parah, termasuk satu rumah warga rusak berat tertimpa longsor.

Saluran irigasi jebol, dan jembatan penghubung antar desa roboh.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Sukabumi Wujudkan Hunian Layak bagi Penyintas Bencana untuk Harapan Baru dari Nyalindung

Kejadian longsor di Warungkiara terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Bencana ini menambah daftar panjang wilayah yang rentan, menyusul peristiwa banjir bandang.

Sebelumnya di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok, yang merendam sekitar 500 rumah warga.

Baca Juga: Sekda Kabupaten Sukabumi Dorong Transparansi Dana Hibah Keagamaan Lewat Bimtek 2025


Sinergi Respons Darurat, Kesehatan dan Pemulihan Fisik

Penanganan bencana di Sukabumi melibatkan koordinasi yang kuat antara berbagai pihak.

Tim SAR Brimob Polda Jabar, Polres Sukabumi, dan TNI terus membantu proses pemulihan di lokasi terdampak.

Baca Juga: Selamat... Kabupaten Sukabumi Raih Penghargaan BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari BRIN

Termasuk membersihkan puing dan material sisa banjir.

Sekitar 500 rumah tercatat terdampak banjir bandang di Cikahuripan, Cisolok, tanpa adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Di bidang kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi telah sigap melakukan layanan Mobile Klinik.

Dengan menyisir langsung permukiman warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, warga banyak mengeluhkan ISPA, demam, pegal-pegal, gatal-gatal, serta luka lecet di kaki.


Kebutuhan Mendesak, Dukungan Psikologis dan Kepastian Jaminan Sosial

Selain bantuan fisik, kebutuhan akan dukungan psikologis dan jaminan sosial bagi korban bencana sangat mendesak.

Baca Juga: Kabupaten Sukabumi Diguncang Gempa, Catat Aktivitas Gempa dalam Seminggu, Menurut BMKG Tidak Ada Ancaman Tsunami

PMI juga memberikan penyuluhan kebersihan diri dan lingkungan guna mencegah penyakit kulit dan infeksi pascabanjir.

Kegiatan Mobile Klinik ini sendiri merupakan hasil sinergi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan Dokpol Polres Sukabumi.

Meskipun fokus utama pemerintah saat ini adalah penanggulangan bencana, isu-isu sosial lainnya tetap perlu perhatian.

Baca Juga: Sejumlah Caleg DPRD Kabupaten Sukabumi Partai Gelora Ditetapkan KPU, Baca Disini!

Seperti ketidakpastian status tenaga honorer dan perlindungan anak dari kasus kekerasan.

Upaya pemulihan pascabencana harus terintegrasi dengan penguatan sistem jaring pengaman sosial.

Perlu adanya kepastian bantuan dan relokasi cepat bagi rumah warga yang rusak berat.

Baca Juga: Melawan Pelawak dan Artis, Ifa Faizah Rohmah Mulai Mendominasi di Kota dan Kabupaten Sukabumi di Simulasi Caleg DPD RI


Pemulihan Jangka Panjang dan Kesiapsiagaan

Peristiwa berulang ini menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana jangka panjang.

Termasuk evaluasi tata ruang dan daerah aliran sungai.

Dampak bencana tidak hanya terhitung dari kerugian material, tetapi juga dari ancaman kesehatan dan mental yang dialami para penyintas.

PMI dan tim gabungan terus berada di lokasi, fokus pada pemulihan yang menyeluruh.***