POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Sejumlah kelompok dari perwakilan beberapa organisasi datangi kantor Kejaksaan Negeri, mereka ingin mempertanyakan kasus gratifikasi mobil mewah.
Perwakilan kelompok beberapa oranisasi tersebut, sebelumnya mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi ( Kejati ) Jabar.
Mereka mengungkapkan kekecewaan terhadap lambatnya proses penyidikan yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun.
Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Terpilih, Beri penghargaan Kepada Mantan Ketua PM LATIM
Setelah selesai di Kejati, para perwakilan kemudian selanjutnya mendatangi kantor kejaksaan negeri purwakarta.
Karena kasus dugaan gratifikasi mobil mewah yang sudah satu tahun ‘stagnan’ tersebut ditangani Kejari Purwakarta.
Menurut salah seorang perwakilan yang menjadi juru bicara kepada media mengatakan, kasus gratifikasi sudah satu tahun tapi belum ada penetapan tersangka.
“Barang bukti kendaraan mobil mewah yang diduga gratifikasi sudah disita sejak Bulan Mei 2024, tapi hingga saat ini belum ada tetsangkanya,” kata Ungkap Marpaung, Sekjen LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah (Pemuda).
Masih menurutnya, kasus dugaan gratifikasi mobil mewah yang tengah ditangani oleh pihak kejaksaan tersebut, hingga saat ini menjadi perhatian publik secara luas.
“Kami menduga melibatkan mantan pejabat, sehingga kami meminta agar pihak kejaksaan membuka seterang-terangnya,” tambah Ungkap.
Selain dari itu, pihaknya juga meminta kepada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar untuk melakukan pengawasan melekat, agar kasus secepatnya selesai.
“"Kalau sudah ada yang bersalah tolong tetapkan sebagai yang bersalah,” jelas Ungkap.
Kelompok yang mendatangi kantor Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Purwakarta terdiri dari beberapa organisasi, baik dari LSM dan juga kemahasiwaan.
Baca Juga: Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPG Guru Tertentu Tahun 2024 Sebanyak 489.461 Guru Lolos
Mereka antara lain dari LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Pusat dan Daerah (PEMUDA), Barisan Rakyat Anti Korupsi, Koalisi Mahasiswa Bandung Raya, hingga Gerakan Mahasiswa Peduli Bangsa.
Kedatangan kelompok tersebut Dipimpin oleh Ungkap Marpaung (Sekretaris LSM Pemuda), Aden (Koalisi Mahasiswa Bandung Raya), Budiawan, dan Wawan Gunawan.***




