POJOKSATU.ID – Dalam rangka memperingati satu tahun pasca pelantikan pemerintahan saat ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) menggelar diskusi publik bertajuk “Menakar Janji dan Kenyataan: Setahun Pemerintahan Kita”, Selasa (21/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Kampus Unindra, Jakarta Selatan, ini menjadi ajang refleksi kritis mahasiswa terhadap arah kebijakan, capaian, dan tantangan pemerintahan selama satu tahun terakhir. Ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas serta perwakilan organisasi kemahasiswaan lintas kampus di Jakarta dan sekitarnya turut hadir dalam acara tersebut.

Diskusi publik ini mengangkat dua subtema utama, yakni “Refleksi Satu Tahun Kepercayaan Publik: Apa yang Sudah dan Belum Terwujud?” serta “Satu Tahun Pemerintahan: Harapan, Tantangan, dan Titik Rawan Demokrasi.”

Presiden Mahasiswa (Presma) Unindra, Abdul Wahid, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai agen perubahan dan penjaga nurani rakyat.

Baca Juga: Temuan Dedi Mulyadi Usai Sidak di Pabrik Aqua Subang, Muatan Melebihi Batas tapi Upah Supir Truk Terbatas

“Diskusi publik ini bukan sekadar ajang kritik, tetapi ruang refleksi bersama untuk menilai sejauh mana janji-janji politik pemerintah telah diwujudkan. Kami ingin menghadirkan pandangan objektif dari mahasiswa terhadap kebijakan publik yang langsung berdampak pada masyarakat,” ujar Abdul Wahid.

Ia menambahkan, penting bagi generasi muda untuk terus menilai capaian dan konsistensi pemerintah dalam menjalankan visi serta janji kampanye.

 “Mahasiswa punya peran penting untuk menjaga agar pemerintahan tetap berada di jalur konstitusional dan berpihak pada kepentingan rakyat. Melalui diskusi seperti ini, kami berharap lahir rekomendasi yang konstruktif sebagai masukan bagi pemerintah,” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah narasumber dari berbagai organisasi kemahasiswaan turut menyampaikan pandangan kritis mereka. Berbagai isu strategis dibahas secara dinamis, mulai dari stabilitas politik, kesejahteraan masyarakat, kebebasan berpendapat, hingga arah pembangunan ekonomi nasional.

Baca Juga: Diduga Terlibat Bullying Timothy, 3 Mahasiswa Udayana Ditolak Koas RS Ngoerah Denpasar

Selain menjadi sarana refleksi, kegiatan ini juga menegaskan peran perguruan tinggi sebagai pusat pemikiran dan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

 “Kami ingin menjadikan Unindra sebagai ruang dialog terbuka yang sehat dan argumentatif, agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat, tapi juga bagian dari solusi,” tegas Abdul Wahid.

BEM Unindra berencana merumuskan hasil diskusi publik ini menjadi rekomendasi tertulis yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat demokrasi dan tata kelola pemerintahan yang lebih baik.***