POJOKSATU.id - Komitmen Pemerintah Kota Depok untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan harmonis terus dibuktikan melalui langkah strategis nyata.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) secara khusus menyambangi Kota Salatiga di Jawa Tengah pada Jumat lalu.
Kunjungan kerja ini difokuskan untuk mempelajari rahasia Salatiga yang sukses menyandang predikat sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia versi Setara Institute 2024.
Langkah adaptasi ini dinilai krusial guna memperkuat sistem deteksi dini konflik sekaligus memperbaiki ekosistem sosial di Kota Depok.
Kepala Bakesbangpol Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny, menegaskan bahwa peningkatan kualitas toleransi kini menjadi agenda prioritas yang tak bisa ditawar.
Ia bangga karena kerja keras pemerintah telah membuahkan hasil dengan naiknya peringkat Depok dari posisi 94 pada tahun 2023 menjadi 76 pada tahun 2024.
"Depok sudah menunjukkan perbaikan signifikan tahun ini. Dengan mempelajari keberhasilan Salatiga, kami ingin memperkuat langkah agar Depok semakin inklusif dan harmonis," ungkap Lienda, Senin 8 Desember 2025.
Fokus utama studi banding ini adalah menyerap pola kerja dan sistem koordinasi antara Kesbangpol dan FKDM Salatiga dalam menjaga stabilitas wilayah.
Pemerintah Kota Depok optimis bahwa model kerja yang sukses di Salatiga dapat diadaptasi untuk mendongkrak indeks toleransi Depok di masa depan.
Baca Juga: Daftar Nama 13 Desa Hilang Ditelan Ganasnya Banjir Bandang di Aceh dan Sumatera Utara
Penguatan struktur FKDM dan komitmen menjaga kondusivitas menjadi modal utama pemerintah daerah dalam upaya perbaikan berkelanjutan ini.
Lienda memastikan lawatan ini bukan sekedar seremonial, melainkan pijakan untuk mewujudkan kohesi sosial yang lebih kuat di tengah masyarakat.
"Kami ingin Depok menjadi kota yang aman, terbuka, dan saling menghormati. Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas sosial masyarakat. Upaya hari ini adalah bagian dari perjalanan besar itu," tegasnya.
Lonjakan peringkat dalam indeks Kota Toleran 2024 dianggap sebagai bukti valid bahwa arah kebijakan Pemkot Depok sudah berada di jalur yang benar.
Berbagai terobosan dan kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu mempertahankan tren positif ini pada tahun-tahun mendatang.
Di sisi lain, Kepala Bakesbangpol Kota Salatiga, Suryono Adi Setiawan, menyambut hangat inisiatif Depok untuk bertukar ilmu.
Menurutnya, kunci utama toleransi di wilayahnya terletak pada pola pikir masyarakat yang sadar akan pentingnya kebersamaan.
"Toleransi bukan paksaan, Ini budaya yang tumbuh dari kesadaran hidup berdampingan," ujarnya.
Baca Juga: Tiga Tahun Kian Solid, CB150X Bekasi Raya Rayakan Anniversary ke-3 Bersama Ratusan Bikers
Suryono memaparkan bahwa setiap laporan warga dianalisis secara berjenjang mulai dari tingkat RT hingga kecamatan untuk memastikan akurasi data.
"Hasil analisis kemudian menjadi dasar pembuatan kebijakan daerah," tambahnya.
Ketua FKDM Salatiga, Darmaji, turut menjelaskan bahwa sistem pemantauan berlapis menjadi benteng utama dalam menjaga kerukunan warga.
Baca Juga: Kasus Oplosan Pertalite Disulap Jadi Pertamax, Pengamat: Seolah Hilang Ditelan Waktu
"Setiap kegiatan masyarakat baik pengajian, PKK, maupun sekolah Minggu terpantau dengan baik. FKDM bertugas mengamati dan melaporkan, bukan mengambil tindakan, sehingga suasana tetap kondusif," tutupnya.***




