POJOKDATU.ID - Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu penghasil mete terbesar di Indonesia. Makanya, kacang mete ini sering dijadikan sebagai oleh-oleh (buah tangan) bagi para wisatawan maupun orang yang baru berkunjung di daerah bumi Anoa.

Salah satu kelebihan mete adalah cita rasanya yang begitu gurih dan enak, olehnya itu ini banyak diproduksi dari masing-masing tempat.

Rasanyapun berbeda-beda, ada kacang mete digoreng dengan menggunakan gula dan ada juga mete dengan paduan coklat.

Baca Juga: Sejarah Coto Makassar, Makanan Tradisional Kebanggaan Suku di Sulawesi Selatan

Dikutip dari laman DisparSultra.go.id oleh Pojoksatu.id, Sabtu (9/12/2023). Selain mengandung karbohidrat, kacang mete juga mengandung mineral, lemak dan protein. Lemak yang terkandung dalam kacang mete mencapai 82 persen,  namun tidak perlu khawatir karena lemak yang yang terkandung didalamnya adalah lemak tak jenuh.

Lemak tak jenuh biasanya disebut dengan lemak baik karena bisa membantu menurunkan kolesterol, baik untuk jantung dan mudah dicerna oleh tubuh.

Canggung rasayanya, jika kamu berkunjung ke Sulawesi Tenggara tanpa membawa oleh-oleh tersebut.

Baca Juga: Megenal Cita Rasa Sinonggi, Makanan Khas Kendari

Dikutip dari Telisik.id, Salah seorang penjual kacang mete mengaku, per-harinya kacang mete yang terjual sekitar 7 kg. Sementara dijual per kilo itu Rp150 ribu dan pembeli rata-rata adalah masyarakat pendatang.

"Biasanya pembeli yang datang berasal dari masyarakat yang hendak transit kapal di Pelabuhan Murhum Baubau dan yang akan berangkat ke luar Kota Baubau," pungkasnya.

Sebagai informasi, daerah yang mensuplai kacang mete ini paling banyak terdapat di Kabupaten Bombana, Kabupaten Muna, Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Buton.***