POJOKSATU.id - Perantau asal Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta rela mudik dengan bersepeda hingga 600 Km untuk berlebaran.
Selama perjalanan tanjakan demi tanjakan, pria tersebut mengayuh sepedanya siang dan malam.
Cuaca panas ataupun hujan tak Jadi halangan bagi perantau bernama Sandi Setiawan asal Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta ini.
Ia rela mudik dengan cara menggowes dari perantauannya di Cikarang demi berlebaran dengan keluarga di kampung halamannya.
Bapak tiga anak ini menempuh jarak 600 km menuju kampung halamannya di Kampung Jurang Jero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul.
Tidak tanggung-tanggung, perjalanan panjang dan melelahkan ini ditempuh selama 4 hari 4 malam.
"Alhamdulillah selama perjalanan 4 hari 4 malam di jalan lancar enggak ada halangan apapun," ujar Sandi.
Baca Juga: Bantuan Internasional Masuk, Dikonfirmasi Lebih 1.600 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
Pria yang kesehariannya bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik perakitan otomotif ini menggunakan sepeda gunung sebagai moda transportasinya.
Pria 37 tahun tersebut mengaku tahun ini adalah kali keenam ia mundik dengan menggowes sepeda.
Ia berangkat dari Cikarang pada tanggal 25 Maret dan tiba di kampung halaman pada tanggal 29 Maret 2025.
Rute mudik gowes Sandi melewati Jalur Pantura. Ia lebih banyak melakukan perjalanan pada malam hari dan memanfaatkan waktu siang hari untuk beristirahat di masjid dan rest area.
Tidak banyak bekal yang ia bawa Selama perjalanan mudik gowes hanya beberapa pakaian dan perlengkapan sepeda termasuk baterai untuk keperluan penerangan dan perjalanan malam hari.
Setibanya di rumah, rasa haru bercampur sukacita dirasakan saat ia bertemu dengan kedua orang tua istri serta anaknya.
Sandi memilih mudik dengan cara unik ini selain karena hobi gowes selama merantau sejak tahun 2005 lalu, juga karena mudik dengan bersepeda dianggap lebih murah dibandingkan menggunakan mobil maupun kendaraan umum.
Selama perjalanan, Sandi mengaku ia hanya menghabiskan kurang dari Rp400 ribu.
"Motivasinya pertama hobi, terus yang kedua ya kita bisa menghemat biaya karena memang biaya buat naik mobil sekarang sudah lumayan mahal ya 550 ribu sampai 600 ribu," katanya.***



