POJOKSATU.id - Satu lagi kisah miris dari perundungan atau bullying atau perundungan di sekolah.

Mirisnya, kali ini menimpa salah satu siswa kelas 3 SD di Subang, Jawa Barat yang kritis usai dianiaya kakak kelasnya.

Sebelum kritis, korban sempat mengeluh kepada bibinya lantaran merasa pusing dan mual.

Korban berinisial AR (9) dilaporkan masih tak sadarkan diri dan kini berada di ruang ICU RSUD Ciereng Subang.

Penganiayaan diketahui dilakukan oleh kakak kelas korban yang duduk di kelas 4 dan 5.

Berdasarkan pengakuan korban, ia dianiaya kakak kelasnya berinisial M, D dan O.

Baca Juga: Perkumpulan Sesepuh Desa dan Tokoh Agama Gaungkan Pilkada Jatim Aman dan Damai

Korban mengalami perundungan saat masih jam sekolah tepatnya saat istirahat.

Alasan penganiayaan tersebut karena AR tidak mau memberikan uang kepada kakak kelasnya tersebut.

Terkait kasus ini, pihak sekolah membenarkan jika perundungan memang terjadi di sekolah, namun bukan di dalam kelas.

Pihak sekolah mengatakan jika perundungan memang terjadi di kelas, pasti akan ada siswa lain yang melapor.

"Itu tidak benar. Kalau kejadian di kelas, pasti anak yang lain ngiming, pasti lapor ke kantor," kata Kasim, Kepala Sekolah.

Polsek Blanakan telah menangani kasus perundungan ini dengan memeriksa sejumlah saksi, namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kalau untuk pemeriksaan baru lingkungan sekolah dulu. Saksi-saksi mungkin ada satu anak yang dimintai keterangan," kata Iptu Andri Sugiarto, Kapolsek Blanakan.

Kepolisian saat ini juga masih menunggu laporan resmi dari pihak keluarga korban.***