POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kabar baik bagi para Kepala Daerah terpilih 2024, setelah dilantik bisa langsung mengganti para pejabat yang diinginkan agar kinerjanya bisa sejalan dengan kepala daerah terpilih.
Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan organisasi pemerintahan yang sehat dan sejalan dengan setiap kebijakan yang akan diambil.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mempersilakan kepala daerah terpilih hasil Pilkada Serentak 2024 untuk mengganti pejabat di lingkungan pemerin¬tahan yang dipim¬pinnya usai dilantik.
Baca Juga: Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Jasad Anak 12 Tahun yang Hanyut di Sungai Tembung Deli Serdang
Demikian hal itu disampaikan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa (21/01).
“Bagi daerah-daerah yang sudah terlanjur (ada pergantian pejabat oleh kepala daerah sebelumnya), nanti ada pejabat baru dan mereka akan mengubah maupun mengganti, otomatis kami akan izinkan,” ujarnya Tito, dilansir dari riaupos.jawapos.com.
Alasan Mendagri memberikan izin kepala daerah baru untuk mengganti pejabat sesuai dengan selera bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek, Arus Kendaraan di Tol Palikanci Meningkat Tajam
“Kami izinkan supaya kepala daerah ini betul-betul bisa didukung oleh team work yang sesuai satu chemistry (kecocokan) dengan yang bersangkutan. Ini demi sebuah organisasi pemerintahan yang sehat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, ketua relawan bupati aing Om Zein dan Bang Ijo, Dani Regiana menyambut baik atas pernyataan menteri dalam negeri Tito Karnavian tersebut.
Karena, lanjut Dani bupati dan wakil bupati bisa menempatkan pejabat yang bisa diajak kerja secara cepat untuk membangun purwakarta.
“Sangat bagus, jadi Om Zein dan Bang Ijo bisa menempatkan pejabat yang memiliki kredibilitas dan manajerial yang baik dilingkungannya masing-masing,” beber Dani, panjang lebar kepada pojoksatu.id, Sabtu (25/01).
Gerbong Cianjur Bakal Tersingkir
Kemenangan Om Zein dan Bang Ijo di helatan Pilkada 2024 lalu, membuat sebagian pejabat yang berbeda haluan harap-harap cemas.
Karena, diduga kuat ada beberapa pejabat yang ikut cawe-cawe untuk memenangkan salah satu pasangan calon.
Namun isu santer yang berkembang, para pejabat gerbong Cianjur kemungkinan besar akan tersingkir.***




