POJOKSATU.id - Kebun Raya Bogor memiliki sejarah panjang, bermula dari masa Kerajaan Sunda, yang kemudian dikembangkan oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles pada awal abad ke-19.

Inilah sejarah singkat terbentuknya Kebun Raya Bogor yang kita kenal saat ini.

Berdasarkan prasasti batutulis Kebun Raya Batu merupakan bagian hutan buatan yang sudah ada sejak masa Kerajaan Sunda.

Hutan ini berfungsi untuk menjaga kelestarian alam terutama melestarikan benih kayu yang sudah langka.

Baca Juga: Usai MK Kabulkan Gugatan Mahasiswa Solo soal Usia Capres Cawapres, Gibran Dikabarkan jadi Kader Golkar Malam I

Setelah Kerajaan Sunda ditaklukan oleh Kerajaan Banten, kawasan hutan ini terbengkalai.

Pada masa kolonial Belanda tepatnya pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles yang tinggal di Istana Bogor tertarik untuk mengembangkan kawasan ini menjadi kebun yang cantik.

Dia sendiri memang punya minat yang tinggi terhadap botani. Atas bantuan ahli botani bernama W. Kent, Raffles menjadikan area ini menjadi halaman serta taman yang cantik untuk Istana Bogor.

Selain sejarah Kebun Raya Bogor yang sangat panjang, kebun ini juga menjadi saksi bisu perkembangan ilmu Botani di Indonesia lho.

Baca Juga: Dedi ; Gibran Miliki Hak Konstitusi Dicalonkan, Putusan MK Kepala Daerah Dibawah 40 Tahun Bisa Ikut Pilpres

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat terdapat 12.531 koleksi botani yang dikelompokan menjadi 3.228 jenis, 1.219 marga, dan 214 suku.

Nggak heran Kebun Raya Bogor menjadi tempat terbaik untuk orang-orang yang menyukai tumbuhan dan keanekaragamannya.

Kebun Raya Bogor juga dikenal sebagai tempat pengembakbiakan bunga rafflesia.

Jenis bunga ini dikenal sulit dikembangkan karena penyerbukannya sangat sulit dilakukan.

Namun, atas kerja keras seorang peneliti bernama Sofi Mursidawati, bunga berbau busuk ini berhasil dikembangkan di Kebun Raya Bogor.

Selain menjadi rumah bagi bunga raflesia, ternyata Kebun Raya Bogor juga menjadi rumah bagi spesies anggrek terbesar di dunia lho.

Baca Juga: Kepala Daerah Bisa Jadi Cawapres, Dasco Tak Amini Gibran Mendampingi Prabowo, Alasannya

Anggrek itu bernama anggrek raksasa atau sering disebut anggrek harimau dengan bahasa ilmiahnya bernama grammatophyllum speciosum .

Anggrek ini memiliki tinggi mencapai 7,5 m dan sudah tercatat di Guinness Book of Record.

Selain menjadi rumah bagi bunga raflesia, ternyata Kebun Raya Bogor juga menjadi rumah bagi spesies anggrek terbesar di dunia lho.

Anggrek itu bernama anggrek raksasa atau sering disebut anggrek harimau dengan bahasa ilmiahnya bernama grammatophyllum speciosum.

Anggrek ini memiliki tinggi mencapai 7,5 m dan sudah tercatat di Guinness Book of Record.

Melihat sejarah Kebun Raya Bogor yang sudah berusia ratusan tahun nggak heran kalau di sini banyak pohon yang usianya tak kalah tua.

Salah satu yang paling tua adalah pohon leci yang umurnya diperkirakan hampir 200 tahun. Pohon ini sendiri didatangkan langsung dari Tiongkok pada masa kolonial Belanda.

Area Punya yang sangat luas membuat banyak pintu masuk Kebun Raya Bogor jadi tempat ini sangat mudah dijangkau dari arah manapun

Kini, Kebun Raya Bogor memiliki lebih dari 12 ribu koleksi botani yang mencakup berbagai jenis dan spesies, serta berhasil mengembangbiakkan bunga rafflesia yang sulit dipelihara.

Penulis: Cindy supianti