POJOKSATU.id - Ketua TP-PKK Kota Depok, Siti Barkah Hasanah, meluncurkan inovasi Kampung Kresek sebagai strategi baru penguatan pengelolaan limbah berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Wanita yang akrab disapa Cing Ikah ini merancang kawasan tersebut sebagai pusat edukasi dan pelatihan untuk mengubah limbah plastik menjadi komoditas bernilai tinggi.

"Ke depan saya mohon doanya, kita akan membuat Kampung Kresek. Di situ warga akan kita berikan workshop dan pelatihan bagaimana mengolah sampah plastik menjadi sebuah produk yang luar biasa," ujar Cing Ikah, Senin 15 Desember 2025.

Baca Juga: Geger! Efisiensi Anggaran 2026 Jadi Sorotan, BKN Angkat Bicara Soal TPP dan Sistem Kerja ASN

Ambisi besar diusung agar Kota Depok memiliki ciri khas autentik yang mampu bersaing dengan wilayah tetangga melalui pengelolaan limbah kreatif.

"Kalau Bogor punya kampung perca, saya ingin menciptakan Depok jadi kampung kresek. Ini inovasi dari PKK," katanya.

Limbah kantong plastik berbagai warna yang selama ini dipandang sebelah mata dinilai memiliki potensi besar jika mendapat sentuhan kreativitas yang tepat.

Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Api Bandung–Malang untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026

"Kenapa kresek? Karena ternyata sampah plastik yang selama ini kita buang, itu bisa menghasilkan sesuatu, bahkan uang," jelasnya.

Selaku Ketua Dekranasda, ia menekankan urgensi hadirnya produk unggulan lokal melalui konsep Sampah Ekonomis (SAE) agar Depok tidak kalah pamor dari kota pengrajin lainnya.

"Batik kita punya, rajut punya, tapi kita tidak bisa mengalahkan Solo, Jogja, atau Cirebon. Depok harus punya sesuatu yang khas. Salah satunya adalah sampah ekonomis (SAE), dari kresek jadi sesuatu yang bernilai," tegasnya.

Baca Juga: Deretan Pekerjaan untuk yang Hobi Bercocok Tanam, dari Ladang hingga Konten Digital

Tantangan serius pun dilayangkan kepada para kader untuk berkomitmen penuh menjadikan program ini sebagai destinasi percontohan nasional.

"Saya tidak mau kasih program yang lain-lain. Kalau siap, saya kasih programnya, tapi harus serius. Kampung Kresek ini nanti bisa dikunjungi warga dari seluruh Indonesia," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman, menilai inisiatif ini sebagai langkah taktis percepatan penanganan sampah melalui kolaborasi lintas sektor.

"Program Kampung Kresek ini luar biasa. Di DLHK sendiri, kami butuh stakeholder untuk mempercepat akselerasi pengelolaan sampah. Salah satu yang paling potensial adalah Tim Penggerak PKK," katanya.

Kekuatan ribuan kader PKK dianggap sebagai kunci utama dalam merevolusi perilaku masyarakat terhadap lingkungan secara masif.

Baca Juga: Heboh! Oknum Guru SMA Digerebek di Toilet Masjid, Dugaan Perbuatan Tak Senonoh Gegerkan Warga

"Kalau ribuan kader PKK setiap hari mengingatkan soal lingkungan, saya yakin masyarakat akan bergerak. Kita butuh tim penggerak, pendobrak, pelopor, dan pelapor untuk mengeksekusi persoalan sampah ini," jelasnya.***