POJOKSATU.ID - Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini menyoroti rating rendah yang diterima oleh kantor SAMSAT Lampung Timur di Google Maps.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan oleh akun Instagram @lawanglampung, terlihat bahwa SAMSAT Lampung Timur mendapat predikat sebagai "SAMSAT dengan ulasan terburuk di Lampung versi pengguna Google Maps."

Informasi yang tertera dalam unggahan tersebut menunjukkan rating 1,9 bintang dari sejumlah 175 ulasan.

Hal ini tentu menjadi perhatian, mengingat Google Maps seringkali menjadi acuan bagi masyarakat dalam mencari informasi dan memberikan penilaian terhadap suatu tempat atau layanan.

Baca Juga: Viral di Media Sosial: Anggota DPRD Lampung Diduga Sawer DJ dengan Uang Pecahan Rp 50 Ribu

Rating yang rendah ini mengindikasikan adanya sejumlah pengalaman negatif yang dirasakan oleh masyarakat saat berurusan dengan SAMSAT Lampung Timur.

Meskipun unggahan tersebut tidak merinci lebih lanjut mengenai isi ulasan-ulasan tersebut.

Rating secara keseluruhan memberikan gambaran bahwa ada aspek-aspek pelayanan atau fasilitas yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan.

Sebagai instansi pelayanan publik yang berurusan langsung dengan masyarakat dalam hal pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Baca Juga: HONORER Tidak LULUS PPPK Tahap 1 dan Tahap 2 Masih Ada Kesempatan Kedua! Cek Aturan Pengisian Formasi Kosong!

Penting bagi SAMSAT Lampung Timur untuk menanggapi umpan balik ini secara serius.

Ulasan dan rating di platform seperti Google Maps dapat mempengaruhi citra dan kepercayaan masyarakat terhadap instansi tersebut.

Diharapkan, informasi ini dapat menjadi masukan yang konstruktif bagi pihak terkait untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan di SAMSAT Lampung Timur.

Dengan mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat, SAMSAT dapat berupaya untuk memberikan pengalaman yang lebih baik bagi setiap wajib pajak.

Tentu saja, penting untuk melihat ulasan secara keseluruhan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai apa saja yang menjadi perhatian utama masyarakat.

Namun, rating rendah ini menjadi sinyal kuat bahwa ada ruang untuk perbaikan yang signifikan.***