POJOKSATU.ID - Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) mengajak masyarakat bijak bermedia sosial dengan menghindari menyebar konten negatif yang belum tentu kebenarannya.
Ketua Terpilih PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar mengatakan fenomena di media sosial yang sering kali dipenuhi narasi negatif. Dimana banyak hashtag viral justru untuk melemahkan lembaga-lembaga negara.
“Kita baru saja disuguhkan dengan berbagai konten negatif berujung fitnah dan hoaks yang bertujuan melemahkan lembaga negara,” kata Dedi Siregar, Kamis (6/3).
Dedi menyebutkan konten negatif pada institusi negara dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) seperti konten di tiktok yang mengaitkan kapolda metro jaya pada projek BBM minyak mentah.
Dedi Siregar menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidaklah tepat, karena Kapolda Metro Jaya tidak terlibat pada projek BBM tersebut.
Baca Juga: BRI Peduli Kesehatan: 13.200 Warga Nikmati Layanan Medis Gratis di Seluruh Indonesia
“Adanya opini negatif pada Kapolda Metro Jaya dalam kasus BBM oplosan yang merugikan negara hingga Rp 193,7 triliun pada 2023 merupakan persoalan nasional, bukan hanya di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujarnya
Dedi berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan informasi yang beredar di media sosial, khususnya yang berkaitan dengan lembaga-lembaga negara.
“Jangan mudah percaya pada informasi di medsos. Bisa saja itu adalah upaya untuk merusak kredibilitas lembaga negara,” tegasnya.




