POJOKSATU.id - Tepat pada perayaan ulang tahunnya yang ketiga, RSUD ASA Kota Depok resmi memperkenalkan fasilitas Bank Darah Rumah Sakit (BDRS) dan Instalasi Hemodialisa, Selasa 18 November 2025.

Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, memimpin langsung peresmian awal ini sebagai upaya nyata pemerintah mendekatkan layanan kesehatan vital kepada masyarakat.

Langkah strategis ini ditegaskan Chandra sebagai bagian integral dari program Bersama Depok Maju untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Baca Juga: Enam Kereta Api Jarak Jauh Tak Lagi Berhenti di Stasiun Jatinegara Mulai 1 Desember 2025

"Pada momen istimewa ini kita jug akan menyaksikan launching Bank Darah Rumah Sakit dan launching layanan Hemodialisa RSUD ASA sebagai komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, inklusif, dan mudah dijangkau," ujarnya.

Menurut Chandra, kehadiran unit hemodialisa menjadi solusi krusial agar pasien gagal ginjal tidak perlu lagi repot berobat hingga ke luar kota.

"Begitu pun dengan Bank Darah Rumah Sakit, yang menghadirkan layanan yang lebih aman, nyaman, dan penuh ketenangan bagi masyarakat," tambahnya.

Baca Juga: Batas Akhir Tenaga Honorer, BKN Umumkan Setelah 31 Desember 2025, Semua Wajib Jadi ASN

Ia meyakini terobosan ini sangat selaras dengan besar menjadikan Depok sebagai kota yang modern, sehat, dan memiliki daya saing.

Direktur RSUD ASA Kota Depok, Enny Ekasari, memaparkan bahwa BDRS memungkinkan rumah sakit memiliki kemandirian dalam pengelolaan stok darah untuk situasi kritis.

"Bank darah rumah sakit artinya kami bisa menyimpan darah di rumah sakit ini. Kalau ada pasien dalam kondisi emergency, kami tidak harus buru-buru ke PMI Depok atau ke kota lain, kecuali jika stok kami tidak ada," ungkapnya.

Baca Juga: Sudah Kelas 5 Tapi Nilai Bahasa Sunda Selalu Kecil? Ikuti Latihan Soal Berikut Ini! Dijamin Nilai Auto Tinggi

Terkait layanan cuci darah, Enny menyebutkan bahwa infrastruktur sudah siap sepenuhnya meskipun operasional pelayanan masih menanti proses administrasi rampung.

"Instalasi hemodialisis hari ini baru soft launching. Belum bisa melayani hemodialisa karena kami menunggu perizinannya, mulai dari PERNEFRI (Perhimpunan Nefrologi Indonesia), rekomendasi dari Dinas Kesehatan, hingga izin dari DPMPTSP," jelasnya.

Kendati demikian, ia memastikan kesiapan sarana prasarana medis di unit tersebut sudah sangat memadai.

"Kami sudah menyiapkan tujuh tempat tidur dengan lima mesin HD (hemodialisa)," tambah Enny.

Selain fokus pada dua layanan anyar ini, pihak rumah sakit juga tengah mematangkan rencana ekspansi layanan spesialis untuk tahun mendatang.

Baca Juga: Buruh Ajukan 3 Opsi Kenaikan UMP 2026, Nilai Rumus Pemerintah Tak Adil

"Saat ini kami akan terus berproses, karena setiap tahun kami punya roadmap. Tahun depan roadmapnya adalah kami harus menambah untuk spesialis urologi dan THT," terangnya.

Momentum soft launching ini menjadi fondasi kuat bagi RSUD ASA dalam melengkapi ekosistem kesehatan kota sekaligus berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045.***