POJOSATU.id - RS Hermina Depok baru saja menggelar seminar edukatif guna memperkenalkan masa depan dunia kesehatan melalui terapi Sel Punca kepada masyarakat luas pada Senin 15 Desember 2025.

Agenda strategis ini bertujuan membuka wawasan publik secara mendalam mengenai mekanisme kerja, variasi jenis, hingga potensi besar metode ini dalam terapi regeneratif.

Teknologi medis ini memanfaatkan kemampuan sel hidup untuk menggantikan jaringan tubuh yang rusak secara alami.

Baca Juga: Panduan Lengkap Beli Tiket Kereta Jakarta–Semarang untuk Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Bagi penderita kasus pengapuran, terapi ini hadir sebagai solusi alternatif non-bedah yang menjanjikan, meskipun prosesnya membutuhkan tahapan berkala dan bukan hasil instan.

Direktur RS Hermina Depok, Lies Nugrohowati, menegaskan bahwa rumah sakitnya telah resmi mengantongi sertifikasi Kementerian Kesehatan sebagai pusat penelitian berbasis pelayanan untuk terapi mutakhir ini.

"Kami sudah menjalankan inovasi pelayanan sel punca sesuai dengan standar keamanan, etika medis, serta ketentuan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah, serta berbasis bukti ilmiah," jelasnya.

Baca Juga: WhatsApp Rilis Fitur Belanja Baru Jelang Harbolnas 2025, UMKM Makin Mudah Layani Transaksi

Edukasi ini menjadi langkah krusial agar masyarakat dapat memahami prosedur yang benar sekaligus batasan keamanannya secara transparan dan bertanggung jawab.

"Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik sesuai inovasi pelayanan medis agar hidup masyarakat di Kota Depok dapat terus berkualitas," jelasnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok, Yuliandi, mengingatkan bahwa adopsi teknologi kesehatan baru ini wajib memprioritaskan keselamatan pasien serta kepatuhan pada etika medis.

Baca Juga: Prabowo Restui Cepat 125 Ribu Baju Reject untuk Korban Bencana, Publik Heboh dan Bingung Apakah Layak?

Ia menekankan bahwa saat ini praktik Sel Punca berada di bawah pengawasan ketat pemerintah dan terbatas hanya pada fasilitas kesehatan yang berstatus pusat layanan penelitian klinis resmi.

"Melalui kegiatan seminar ini, kami berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang proporsional. Stem cell merupakan inovasi medis yang menjanjikan, namun tetap memiliki batasan dan syarat medis yang harus dipahami bersama," tutupnya.***