POJOKSATU.id, SURAKARTA-- Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 2, memberi perhatian khusus pada kondisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selama masa kepemimpinannya di Kota Solo.
Selama masa jabatannya sebagai Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka menginisiasi perubahan besar dan berinovasi dalam sektor pendidikan, khususnya terhadap SMK di kota tersebut.
"Awal saya menjabat sudah saya intervensi. Ya mohon maaf meskipun SMK bukan ranahnya wali kota. Untuk masalah anak-anak muda, remaja, itu termasuk tugasnya wali kota," ungkap Gibran Minggu (17/12/2023).
Baca Juga: Sinuhun Breksi
Menurut Gibran, dirinya melakukan perbaikan menyeluruh pada SMK, termasuk memperbarui peralatan praktikum, guru, dan membangun kerjasama dengan industri.
Sebagai putra sulung Presiden Jokowi, Gibran memberikan perhatian khusus pada SMK di Solo, mengingat lulusan SMK sering kali dikaitkan dengan tingginya angka pengangguran.
"Makanya SMK fokus coding perbaharui komputernya, FnB kitchen perbaharuhi. Jadi udah lulus siap kerja. Bukan harus mengajari lagi," ujarnya
Gibran juga menuturkan, kerjasama dengan donatur industri sangat penting bagi SMK, terutama karena industri yang terus berubah membutuhkan dukungan yang kuat dari SMK, mulai dari kualitas guru, peralatan praktik, hingga jaringan kerja.
Gibran juga menanggapi tingginya tingkat pengangguran di Indonesia, khususnya di kalangan lulusan SMK, yang pada Februari 2022 tercatat sebanyak 10.38 persen.
"Kita optimis bahwa masalah pengangguran di kalangan lulusan SMK ini dapat diatasi," tuturnya.
Pada kejadian terpisah, Gibran memberi perhatian khusus pada kondisi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Solo. Dalam acara 'Gibran Mendengar, Santri Bicara' di Pondok Pesantren AsShiddiqiyah 2, Tangerang, Banten.
Di berbagai kesempatan, Gibran menemukan pengalaman tentang menemukan SMK dengan fasilitas yang kurang memadai.
Tak hanya itu, Gibran mengaku selama masa kepemimpinannya di Solo, kondisi SMK memang tidak memadai.
Baca Juga: Cara Pengisian DRH PPPK di SSCASN Sesuai Buku Juknis Lengkap Panduan dan Dokumen Wajib Unggah
"Meski ini merupakan tanggung jawab gubernur, ia dan pemerintah lokal mengambil langkah proaktif dengan membentuk konsorsium," tuturnya.
Gibran dan konsorsium menggandeng perusahaan besar untuk membantu meningkatkan fasilitas dan memperbarui kurikulum SMK negeri agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Dia menekankan pentingnya hubungan erat antara sekolah dan industri, sehingga lulusan SMK siap bekerja tanpa perlu kursus tambahan.
"Kita menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja," tuturnya.***



