POJOKSATU.id, Kota Bandung — Produk kerajinan unggulan Jawa Barat kembali unjuk gigi di ajang pameran kerajinan tangan terbesar se-Asia Tenggara, INACRAFT 2026.
Ratusan karya perajin Jabar dapat disaksikan langsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, mulai Rabu (4/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026).
INACRAFT 2026 mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft” dan diikuti oleh 1.013 eksibitor dari berbagai daerah.
Pameran ini menonjolkan peran perempuan sebagai penggerak utama industri kerajinan nasional.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat turut ambil bagian dalam ajang bergengsi ini dengan menampilkan produk-produk pilihan dari berbagai daerah di Jabar.
“Jawa Barat mengirimkan sekitar 125 produk kerajinan. Ada 10 kabupaten/kota di Jawa Barat yang ikut pameran,” ujar Ketua Dekranasda Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih, di Kantor Dekranasda Jabar, Rabu (4/2/2026).
Noneng menjelaskan, seluruh perajin dan UMKM yang terlibat telah melalui proses seleksi dan kurasi ketat, sehingga kualitas produk tetap terjaga.
Bahkan, sebagian peserta merupakan UMKM unggulan yang pernah meraih prestasi pada pameran serupa.
Hingga kini, Jawa Barat tercatat telah mengikuti INACRAFT sebanyak 21 kali.
“Dalam kondisi serba efisien ini kita masih bisa mempromosikan produk-produk kerajinan di Jawa Barat, artinya dari Pak Gubernur masih ada perhatian. Ini juga merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga,” tambahnya.
Target Transaksi 1,5 Juta Dolar AS
Pada penyelenggaraan tahun ini, Dekranasda Jawa Barat memasang target ambisius dengan membidik nilai transaksi hingga 1,5 juta dolar AS, baik dari penjualan langsung selama pameran maupun kontrak dagang lanjutan.
“Bukan menjual pada saat itu saja, tapi lebih ke transaksi lanjutannya. Kita mungkin menargetkannya 1,5 juta USD. Tentu targetnya lebih besar dari tahun lalu,” ujar Noneng.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai, mengingat antusiasme pengunjung INACRAFT yang terus meningkat setiap tahun.
Selain itu, harga produk kerajinan dinilai ramah di kantong dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Tak hanya pembeli domestik, INACRAFT juga rutin menarik minat pembeli mancanegara.
“Acara tahunan ini sudah ditunggu-tunggu, pengunjung dan pembeli dari luar negeri juga banyak yang datang, tertarik dengan produk kerajinan dari Jawa Barat,” tuturnya.
Inacraft Digital Excellence Award
Dalam rangka mendorong transformasi digital sektor kerajinan, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mengajak peserta INACRAFT dan anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) untuk mengikuti Inacraft Digital Excellence Award.
Penghargaan ini ditujukan bagi pelaku usaha kerajinan yang berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam pengembangan bisnisnya.
Terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Best Digital Branding, Best Digital Marketing Performance, dan Best Digital Innovation.
Peserta dapat mendaftarkan diri melalui tautan resmi https://bit.ly/inaidea2026 dengan batas akhir pendaftaran pada 4 Februari 2026.
Tahapan wawancara dan presentasi dilaksanakan pada 5 Februari 2026, sementara pemenang akan diumumkan dalam acara Inacraft Appreciation Night pada 6 Februari 2026 di JICC, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian INACRAFT 2026.




