POJOKSATU.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ratnawati, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Sosperda) terkait Perda Pendidikan Jawa Barat Tahun Anggaran 2024–2025.
Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 29 Juni 2025, di Balai Desa Astanajapura, Kabupaten Cirebon.
Dalam kesempatan tersebut, Ratnawati menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh masukan, inspirasi, dan keluhan masyarakat yang berkaitan dengan dunia pendidikan, terutama di wilayah pedesaan seperti Astanajapura.
Ia menyebut bahwa semua aspirasi yang dihimpun akan dibawa ke DPRD Provinsi Jawa Barat sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan.
"Kami hadir untuk mendengarkan langsung suara masyarakat. Setiap aspirasi yang masuk akan kami sampaikan dan perjuangkan agar permasalahan pendidikan di daerah, khususnya di Astanajapura, bisa segera ditangani,” ucapnya Sabtu (29/6/2025)
Baca Juga: Waspada! OJK Tegaskan Tak Pernah Hapus Utang Nasabah, Warga Diminta Jaga Data Pribadi
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan interaktif, sejumlah tokoh masyarakat menyampaikan langsung keluh kesah mereka terkait kondisi pendidikan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.
Ratnawati merespons dengan serius setiap masukan yang disampaikan. Ia berjanji akan mengawal aspirasi tersebut hingga dibahas lebih lanjut di DPRD Provinsi Jawa Barat.
"Semua yang disampaikan hari ini adalah masukan berharga bagi kami. Saya akan pastikan isu-isu ini masuk dalam agenda pembahasan agar dapat ditindaklanjuti dengan program nyata,” tegasnya.
Ahmad Faizul, salah satu warga yang hadir, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya partisipasi pendidikan lanjutan di wilayah Astanajapura.
Menurutnya, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sedikit anak-anak yang melanjutkan. Ia menilai, pola pikir sebagian orang tua yang menganggap pendidikan tidak penting masih menjadi tantangan utama.
Baca Juga: Melon Hitam Indonesia, Varietas Buah Baru Hasil Penelitian Mahasiswa Doktor Universitas Brawijaya
"Kami butuh strategi konkret dari pemerintah untuk mengubah cara pandang ini. Banyak orang tua yang masih menganggap pendidikan tidak berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Sementara Syaripudin, Ketua BPD Desa Astanajapura, menyoroti kesejahteraan guru honorer yang dinilai sangat minim. Ia juga meminta perhatian terhadap honorarium perangkat desa dan anggota BPD.
"Mohon diperjuangkan Bu, guru honorer di sini jumlahnya sangat sedikit dan honornya pun kurang layak. Kami di BPD pun menghadapi hal yang sama," kata Syaripudin.
Disaat bersamaan, Samsul Ma’arif, perangkat desa lainnya, menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis keagamaan dan akhlak.
Ia berharap ada fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, gedung olahraga (GOR), serta peningkatan sarana transportasi dan fasilitas Puskesmas.
Baca Juga: Besok Ada Perayaan HUT ke-79 Bhayangkara, Warga Diminta Hindari Monas dan Sekitar Jalan Protokol
"Pendidikan karakter itu penting, apalagi untuk membentuk generasi yang berakhlak baik. Tapi kami juga butuh fasilitasnya seperti lapangan bola, GOR, dan transportasi untuk mendukung layanan kesehatan," katanya.
Kegiatan Sosperda ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus aktif menyuarakan kebutuhan mereka demi kemajuan pendidikan dan pembangunan daerah.***




