OPINI

Penulis: Ketua DDII Wakil Ketua ICMI & MES Cirebon, H. Ali Wahyuno

BULAN Ramadhan ini sangat spesial dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya, terlebih Rasulullah bersabda: “Sekiranya umatku mengetahui apa saja yang ada dalam Ramadhan, niscaya mereka akan berharap satu tahun penuh menjadi Ramadhan.

”Salah satu di antara yang menjadikan bulan Ramadhan spesial adalah karena di bulan ini orang-orang mukmin dianjurkan untuk berpuasa, sebagaimana firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Pesan moral puasa Ramadhan kita sebagai Bangsa Indonesia agar bisa menjadi bangsa yang bertaqwa dan bersyukur karena memiliki bonus geografis yaitu kekayaan alam yang melimpah, tanah yang subur lautan luas ( gemah ripah lohjnawi ) dengan aneka ragam flora fauna dan hasil tambang nya serta jumlah penduduk yang besar.

Hal ini sesuai dengan QS: Ibrahim : 7 Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat".

Wujud kesyukuran ini bisa dimanifestasikan dengan terus meningkatkan rasa syukur keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. agar tercipta kesolehan sosial untuk membangun kesadran nasional agar melakukan perubahan  bangkit dari krisis multi dimensi yang melanda bangsa kita saat ini.

Sehingga akan dibuka keberkahan dari bumi dan langit hal ini sesuai dengan firman Allah SWT di dalam QS: Al Araf : 96 yang artinya : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Baca Juga: Keunggulan Suzuki V-Strom 250 SX, Motor Adventure yang Bandel dan Bertenaga

Sesuai QS: Ar Rad : 11 yang artinya “Allah SWT tidak merubah nasib, kecuali atas usaha orang itu sendiri”. Saatnya bangsa kita bisa interopeksi untuk melakukan perubahan transformasi  sosial menuju Indonesia yang lebih baik maju dan beradab.

Korupsi Kolusi dan Nepotisme ( KKN )  saat ini menjadi penyakit kronis bangsa ini yang urgent untuk diobati dan disembuhkan oleh pemerintah dengan  good will government yang berkaloborasi dengan seluruh komponen bangsa yaitu pemerintah dalam hal ini Presiden dan Jajaran Kabinet harus bisa melakukan Restorasi Nusantara dengan agenda besar pembersihan KKN dengan penegakan hukum.

Dan melakukan revitalisasi nasional dan mengelola sumber daya alam yang dimiliki untuk  kemajuan negara, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Untuk bisa menjadi bangsa besar yang makmur maju dan beradab Bangsa Indonesia bisa belajar dari  Bangsa Jepang yang dilanda krisis sosial yang akut dan parah karena kekalahan Perang Dunia II dengan melakukan Restorasi Meiji yang dalam waktu cepat bisa bangkit dari keterpurukan menjadi negara makmur yang maju.

Atau seperi bangsa China dan Korea dengan melakukan perubahan, pembaharuan dengan menguasai teknologi dan penegakan hukum dalam memerangi KKN, keterbelakangan dan kemiskinan   bangkit menjadi negara yang kuat maju dan makmur. 

Bila KKN ini semakin parah dan tidak bisa disembuhkan karena Pemerintah tidak bisa mengatasi ini klimaks, anti klimaks nya akan terjadi revolusi sosial peop;e power untuk membongkar sistem dan pemerintahan yang korup banyak penyimpangan dan penyelewengan out the track menjadi sistem pemerintahan yang adil dan beradab sesuai falsafah Pancasila dan amanah faunding Fathers NKRI kembali on the track.

Pada era revolusi fisik tahun 1945 yang mengahntarkan Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan  karena kita berhasil mengusir penjajah saat itu musuhnya adalah kaum colonial dan antek-anteknya.  

Era saat ini musuh NKRI dan Rakyat adalak para penghianat bangsa yang ber KKN berjama’ah , kebodohan kemiskinan. Semoga spirit ramadhan bisa memberikan  pencerahan dan semangat untuk perubahan menuju masyarakat madani yaitu masyarakat yang beriman’ bertakwa maju adil makmur dan . sejahtera. 

Baca Juga: Siapa Yudi Siswoyo? Tersangka Kasus Kematian Pandu Brata Syahputra Siregar di Asahan Sempat Tabrak Korban     

Bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam  saat ini sedang menjalankan puasa Ramadhan 1446 H, perlu bersinergi mengajak semua pihak pemerintah dan seluruh komponen masyarakat Indonesia melakukan tobat nasional untuk perbaikan dan perubahan menuju masyarakat  Indonesia maju adil mkmur sejahtera yang diridhoi Allah Tuhan Yang Maha ESa.

Ramdahan 1446 H. ummat muslim di Indonesia memiliki pengalaman yang beranekaragam, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Warga desa di kampung-kampung, ormas Islam dan pesantren semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan menyambut dan memuliakan Ramadhan dengan event pawai, carnaval, festival, bazar dan kajian Ramdhan.

Sementara itu, di kota-kota, aktivitas buka puasa bersama safari ramadhan dan kajian keagamaan menjadi hal yang umum. Kajian dan pencerahan di bulan Ramadhan diharapkan bisa menjadi energi positif untuk perubahan bangsa yang terang dan lebih baik. Penulis berharap pasca Ramadhon keadaan sosial  politik semakin kondusif, perekonomian rakyat UMKM tumbuh dan berkembang. 

Diharapkan pada momentum Ramadhan  ini ulama dan umaro bisa bekaloborasi untuk mengajak seluruh komponen  masyarakat melakukan perubahan menuju masyarakat madani dan tercipta kesolehan sosial. Apabila terwujud masyarakat madani yaitu masyarakat yang maju adil makmur dan beradab bangsa kita akan bangkit menjadi bangsa besar yang kuat dan disegani di percaturan global internasional. 

Bulan yang penuh rahmat, berkah dan magfirah ini dapat dihayati dan diisi dengan amal sho;eh agar  puasa kita lebih bermakna bertabur pahala yang dilipatgandakan dan kualitas diri kita menjadi lebih baik. Serta mampu mencapai tujuan puasa Ramadhan yaitu menjadi insan yang bertaqwa. Untuk menyongsong masa depan yang lebih baik dan sukses bahagia dunia akhirat.