POJOKSATU.id - Puluhan tenaga kesehatan di RSUD Nabire, Papua Tengah melakukan aksi mogok kerja karena jasa pelayanan kesehatan mereka tak kunjung dibayarkan.

Sebanyak 53 tenaga kesehatan termasuk 27 dokter spesialis, 26 dokter umum, perawat, bidan analis dan tenaga penunjang menghentikan pelayanan.

Aksi mogok berlangsung pada Kamis (20/3) dan berdampak langsung pada layanan kesehatan di Kabupaten Nabire.

Akibat taksi ini pasien yang membutuhkan perawatan terpaksa dibawa ke klinik swasta di Kota Nabire, sementara sebagian lainnya tetap menunggu di rumah sakit.

Tenaga kesehatan menuntut pelunasan pembayaran jasa pelayanan termasuk intensif PNS untuk triwulan ke-4 tahun 2024 dan triwulan pertama tahun 2025.

Baca Juga: Sosialiasi Program Makan Bergizi Gratis Bersama Mitra Kerja BGN Untuk Warga Tulungagung Jawa Timur

Dalam video yang beredar terlihat beberapa ruang perawatan di RSUD Nabire tampak kosong tanpa kehadiran petugas medis membuat pasien kesultan mendapatkan layanan kesehatan.

Salah satu keluarga pasien mengungkapkan bahwa sejak pagi hingga sore hari tidak ada tenaga kesehatan yang melayani pasien di rumah sakit.

"Tidak ada pelayanan dari pagi, kami sendiri jadi apa namanya sebagai pasien juga ada rasa kekecewaan sehingga kami ada beberapa yang bergeser di klinik terdekat," kata Marten, keluarga salah satu pasien.

Aksi mogok ini menimbulkan keresahan di masyarakat karena keterbatasan akses layanan kesehatan di Nabire.

Para tenaga kesehatan berharap pemerintah segera menyelesaikan pembayaran hak mereka agar pelayanan kesehatan dapat kembali berjalan normal.***