POJOKSATU.id - Warga Kampung Cileungsir, Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur terpaksa meninggalkan rumah yang mereka tinggali karena pergerakan tanah.

Peristiwa serupa juga terjadi di Desa Sukaraja yang berdekatan.

Peristiwa alam ini mengakibatkan rumah-rumah warga di kedua desa mengalami kerusakan.

Tercatat sebanyak 56 rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Sementara 34 rumah lainnya dalam kondisi terancam oleh pergerakan tanah.

Beruntungnya, saat pergerakan tanah terjadi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Sedang terjadi musibah pergerakan tanah yang menimpa dua desa yaitu Desa Wargasari dan Desa Sukaraja yang mengakibatkan 56 rumah rusak," kata Asep Saepudin Plt Camat Kadupandak.

"Diantaranya 35 rusak berat dan 17 rusak sedang dan 4 rusak ringan," lanjutnya.

Baca Juga: Perkembangan Kasus Penembakan Polisi dengan Polisi di Solok Selatan, Ditanya Motif, Kadiv Humas: Tunggu Hasil Penyelidikan Dulu

Setelah menerima imbauan dari petugas, warga pun segera meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Saat ini tercatat ada 171 juwa yang mengungsi akibat pergerakan tanah.

Untuk sementara warga mengungsi ke aula desa atau rumah kerabat dikarenakan pergerakan tanah masih terus terjadi.

Pihak terkait telah menyediakan tim kesehatan serta dapur umum untuk kebutuhan warga di lokasi pengungsian.

Ditambah hujan yang terus mengguyur dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut membuat warga semakin was-was.

Selain di Kecamatan Kadupandak, peristiwa alam pergerakan tanah juga terjadi di Kecamatan Takokak, Cianjur.

Di wilayah Kecamatan Takokak ini setidaknya ada 48 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan hingga berat.

Pemerintah setempat telah merencanakan relokasi bagi warga yang rumahnya terdampak.***