POJOKSATU.id - Pemerintah Kota Depok kembali mengintensifkan strategi percepatan penurunan angka gagal tumbuh pada anak melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektor di Wisma Hijau, Senin 18 November 2025.
Agenda strategi ini menghadirkan berbagai elemen mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, organisasi profesi, hingga garda terdepan seperti Puskesmas dan kader PKK.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, menekankan bahwa pertemuan ini sangat vital untuk mengokohkan fondasi kerja sama antar-instansi.
Baca Juga: Enam Kereta Api Jarak Jauh Tak Lagi Berhenti di Stasiun Jatinegara Mulai 1 Desember 2025
Keterbukaan data stunting dinilai krusial agar seluruh pemangku kepentingan memiliki landasan pijak yang seragam sebelum mengeksekusi program di lapangan.
"Kami ingin adanya penguatan sinergi dari lintas sektor melalui publikasi data stunting sebagai bagian dari aksi konvergensi pencegahan stunting," ungkapnya, Selasa 18 November 2025.
Mary memaparkan bahwa ujung tombak penanganan masalah ini terletak pada surveilans gizi rutin yang memantau tumbuh kembang balita di setiap Posyandu.
Baca Juga: Batas Akhir Tenaga Honorer, BKN Umumkan Setelah 31 Desember 2025, Semua Wajib Jadi ASN
Basis data yang dibuka ke publik kali ini mengacu pada hasil pengukuran bulan Agustus 2025 yang telah terintegrasi dalam aplikasi Segizi Kesga (e-PPBGM).
Rencana tindak lanjut akan difokuskan pada pengawasan ketat balita berisiko, optimalisasi gizi ibu hamil dan menyusui, serta perluasan edukasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
"Juga dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor mulai dari kelurahan, kecamatan, TP-PKK, dunia pendidikan, dunia usaha, hingga komunitas agar intervensi tepat sasaran, terutama di wilayah dengan angka stunting lebih tinggi," jelasnya.
Partisipasi aktif warga dalam menjaga lingkungan keluarga yang sehat juga menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Kami juga ingin masyarakat dapat berperan aktif dengan rutin datang ke Posyandu, tidak merokok di dalam rumah dan tujuh KTR, serta segera memanfaatkan layanan kesehatan jika ada masalah gizi atau tumbuh kembang anak," tutupnya.***




