POJOKSATU.ID – Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas ngabuburit di jalur rel kereta api karena berisiko tinggi dan melanggar hukum.
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan setiap Ramadan masih ditemukan warga yang duduk santai di bantalan rel, berjalan menyusuri lintasan, hingga berfoto dan membuat konten media sosial di atas rel.
“Kami memahami ngabuburit adalah tradisi masyarakat saat Ramadan. Namun jalur rel bukan ruang publik. Itu adalah area terbatas untuk operasional perjalanan kereta api,” tegas Muhibbuddin, Minggu (22/2/2026).
Ia menjelaskan, kereta api melaju dengan kecepatan tinggi dan memiliki jarak pengereman panjang sehingga tidak dapat berhenti mendadak ketika masinis melihat ada orang di lintasan. Faktor kelengahan, penggunaan telepon genggam, serta salah memperkirakan jarak dan waktu kedatangan kereta kerap menjadi penyebab kecelakaan.
Baca Juga: Tetap Fokus Selama Ramadhan Cuma dengan Atur Jadwal Minum Air Putih yang Pas!
Data Daop 3 Cirebon mencatat, sejak Januari 2026 hingga saat ini telah terjadi delapan kasus orang tertemper kereta api. Menurutnya, banyak warga merasa masih sempat menyingkir ketika kereta terlihat dari kejauhan, padahal dalam hitungan detik situasi bisa berubah fatal.
“Risiko di jalur rel sangat tinggi dan tidak boleh dianggap sepele,” ujarnya.
Muhibbuddin menegaskan larangan berada di jalur kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dalam Pasal 181 ayat (1), setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana kurungan maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta sebagaimana tertuang dalam Pasal 199.
Menurutnya, aturan tersebut dibuat bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan demi melindungi keselamatan bersama.
Sebagai langkah pencegahan, KAI Daop 3 Cirebon menggencarkan sosialisasi keselamatan perkeretaapian ke sekolah, komunitas, serta warga yang tinggal di sekitar jalur rel. Patroli keamanan juga ditingkatkan, terutama pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa di titik-titik yang rawan dijadikan lokasi berkumpul.
“Kami mengajak masyarakat ikut berperan aktif mengingatkan anak-anak dan remaja agar tidak bermain di sekitar rel. Momentum Ramadan mari kita jadikan untuk meningkatkan kepedulian dan kedisiplinan. Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama,” pungkasnya.***




