POJOKSATU.id - Anissa Wideningsih, mahasiswa semester 5 Akademi Pariwisata Nusantara Jaya, berhasil mematahkan stigma keterbatasan ekonomi dengan mengamankan tiket magang satu tahun di luar negeri melalui fasilitas Depok Maju Go Global.

Ia menilai inisiatif ini sebagai solusi nyata bagi mahasiswa berstatus yatim seperti dirinya.

"Dengan program yang sekarang, itu sangat bermanfaat untuk aku dan yang lainnya, terutama untuk anak-anak yang punya mimpi besar ke luar negeri, karena tidak selalu sebuah keluarga punya ekonomi yang cukup," ungkapnya, Senin 24 November 2025.

Baca Juga: Belum Lolos Magang Batch 2? Batch 3 Kemnaker Resmi Dibuka, Buruan Daftar Mulai 4 Desember 2025

Kesempatan emas ini dianggap Anissa sebagai titik balik krusial yang membangkitkan kembali keberaniannya untuk merajut masa depan yang sempat terhalang kendala biaya.

Anissa dijadwalkan terbang ke Taiwan pada 30 November 2025 untuk memulai magang di sektor perhotelan mulai Desember, lengkap dengan fasilitas asrama dan uang saku bulanan berkisar Rp7 juta hingga Rp15 juta.

"Jujur harapanku bisa kerja di Jepang, tapi dengan magang ke Taiwan ini jadi punya pengalaman ke negeri lain, dunia itu luas jadi ini motivasi buat aku, harapannya bisa lanjut S1 di sana dengan program magang ini," tuturnya.

Baca Juga: Berapa Gaji Pensiunan Golongan I–IV Desember 2025? Ini Rincian Lengkapnya Berdasarkan PP 8/2024

Jejak langkah menuju panggung dunia juga diikuti oleh Zahra Nurul Soekarno Putri, siswi kelas XII Akuntansi SMK Ekonomika, yang kini tengah mematangkan persiapan studi S1 ke Australia.

Zahra telah memulai serangkaian persiapan akademik intensif, termasuk pelatihan IELTS, dengan target keberangkatan tahun depan berkat dukungan penuh keluarga dan ketertarikan pribadinya.

"Harapannya semoga proses aku dan teman-teman lancar sampai benar-benar berangkat ke Australia," tutur Zahra.

Baca Juga: Bupati Purwakarta Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Kedua pelajar ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan finansial bukan lagi penghalang bagi pemuda Depok untuk mengakses pendidikan internasional.

"Aku berharap jalan ini bisa jadi awal untuk masa depan yang lebih baik, semoga kesempatan seperti terus ada untuk teman-teman yang punya mimpi besar," tutup Zahra.***