POJOKSATU.ID – Presiden terpilih, Prabowo Subianto, menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kesejahteraan guru di Indonesia melalui rencana pembangunan rumah layak huni.
Gagasan ini diungkapkan oleh Maruarar Sirait, yang menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menginginkan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi para guru.
Sebagai tindak lanjut dari arahan tersebut, langkah konkret akan diambil dengan menyusun Nota Kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: Skema Baru Penyaluran Tunjangan Guru TPG ASN Daerah dan PPPK Daerah Kini Langsung dari Kemenkeu
Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program penyediaan rumah yang lebih baik bagi para guru.
Amalia, perwakilan dari BPS, menegaskan kesiapan lembaganya untuk terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dalam menyiapkan data guru yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan perumahan bersubsidi.
Data yang akurat dan terverifikasi akan menjadi dasar penting dalam memastikan program ini berjalan efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Pengumuman Resmi: Pendaftaran SPPI Batch 3 Gelombang II Khusus Laki-laki Dibuka Ini Syaratnya!
Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho, juga menyatakan bahwa BP Tapera telah menyediakan rumah subsidi sejak awal Maret 2025.
Pihaknya siap mengawal dan mendukung penuh rencana pemerintah untuk menyediakan rumah layak huni bagi para guru di seluruh Indonesia.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan guru, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.***




