POJOKSATU.id - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membawa kabar baik bagi para buruh di delapan kabupaten termiskin di Provinsi Jawa Barat.
Dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, delapa daerah termiskin di Jawa Barat ini meliputi Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Tasikmalaya, dan juga Kabupaten Cianjur.
BPS mencatat bahwa delapan daerah di atas memiliki persentase penduduk miskin lebih dari 10 persen.
Dengan adanya kabar kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2025 tentu bisa membuat buruh di delapan daerah tersebut bisa bernafas lega.
Baca Juga: UMK 2025 Jawa Timur Dipastikan Naik, Gaji Buruh di Surabaya Raya Tertinggi di Provinsi?
Kenaikan UMK 2025 ini diharapkan bisa mendorong kesejahteraan pekerja.
Dan tentunya juga mendukung daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Namun untuk saat ini belum diumumkan secara pasti berapa kenaikan UMK 2025 ini.
Saat ini Presiden Prabowo Subianto dan juga Menaker baru membahas tentang finalisasi UMP 2025.
Nantinya Menaker akan memberikan update terbaru terkait dengan formula yang digunakan untuk penghitungan UMP dan juga UMK 2025.
Sekaligus jadwal pengumuman penetapan UMK 2025 di seluruh daerah.
Saat ini buruh memberikan tuntutan kenaikan UMK 2025 yang bervariasi angkanya.
Namun jika kenaikan diusulkan sebesar 10 persen maka berikut ini prediksi besaran UMK 2025 di 8 daerah termiskin di Jawa Barat.
1. Kabupaten Indramayu: Rp2.886.066
2. Kabupaten Kuningan: Rp2.282.132
3. Kota Tasikmalaya: Rp2.894.046
4. Kabupaten Majalengka: Rp2.483.658
5. Kabupaten Cirebon: Rp2.769.503
Baca Juga: Janji Menaker Naikkan UMK 2025, Cek Daftar Nominal Upah di Yogyakarta
6. Kabupaten Bandung Barat: Rp3.859.544
7. Kabupaten Tasikmalaya: Rp2.788.724
8. Kabupaten Cianjur: Rp2.786.341
***



