POJOKSATU.ID - Pengamat politik Heru Sebagai menilai bahwa kepemimpinan Prabowo Subianto saat ini sebaiknya mengadopsi model Demokrasi Terpimpin. Ia berpendapat, langkah ini akan lebih efektif dalam menghadapi tantangan politik dan ekonomi Indonesia yang kompleks.

Demokrasi Terpimpin diyakini dapat menjadi solusi dengan memberikan kekuasaan lebih besar kepada pemimpin untuk mengatur kebijakan dan mengontrol jalannya pemerintahan.

Heru menjelaskan, model Demokrasi Terpimpin menekankan sentralisasi kekuasaan. Pemimpin negara, dalam hal ini Prabowo, diharapkan menjadi mediator antara rakyat dan pemerintah, sekaligus mengambil keputusan strategis tanpa ragu. Dengan demikian, Indonesia dapat memiliki arah kepemimpinan yang jelas dan tegas.

Urgensi Penerapan Demokrasi Terpimpin

Heru juga menyoroti dinamika politik dan ekonomi global yang semakin menantang. Kondisi ini, menurutnya, menuntut kepemimpinan nasional yang kuat dan responsif. "Dengan Demokrasi Terpimpin, koordinasi dan kendali pemerintahan bisa lebih efektif. Ini penting untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan kepastian kepada masyarakat, sekaligus menjaga posisi Indonesia di kancah internasional," ungkapnya.

Stabilitas Ekonomi dan Tantangan 2025

Heru menilai, Prabowo harus berani mengambil kebijakan berbasis Demokrasi Terpimpin untuk mempercepat capaian target 100 hari kerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Demokrasi Terpimpin diyakini dapat memperkuat stabilitas politik dalam negeri sehingga konflik atau dinamika politik yang mengganggu dapat dihindari.

Baca Juga: Kalah 10-0, Mariana Utara Itu Negeri Indah Bagian dari AS, Populasi Kecil Jadi Tantangan Sepak Bola, Indonesia U17 Sudah 2 Kali Bertemu, Skor Segini

Di sisi ekonomi, Heru mengungkapkan bahwa Indonesia sedang menghadapi situasi sulit. Selama lima bulan terakhir, negara mengalami deflasi, yang menandakan melemahnya daya beli masyarakat. Ditambah lagi, defisit anggaran tahun 2025 diperkirakan mencapai Rp360 triliun, dan utang jatuh tempo yang mencapai sekitar Rp800 triliun.

"Situasi ini mendesak Prabowo untuk mengambil kendali penuh atas politik dan ekonomi. Demokrasi Terpimpin memungkinkan kebijakan yang lebih tegas untuk menanggulangi beban ekonomi tersebut," tegasnya.

Menjamin Regenerasi Kepemimpinan

Dalam Demokrasi Terpimpin, Heru menjelaskan, pola kepemimpinan yang rapi dan terukur akan membantu menciptakan regenerasi yang berkesinambungan. Setiap transisi kepemimpinan akan berlangsung mulus tanpa ketergantungan pada elite politik atau kepentingan profesional tertentu.

Mengatasi Dinasti Politik

Heru juga menambahkan, Demokrasi Terpimpin dapat mengurangi potensi terbentuknya dinasti politik. Dengan sistem karier berjenjang yang sistematis, suksesi kepemimpinan akan ditentukan berdasarkan kompetensi, bukan pengaruh keluarga atau hubungan politik. "Sistem ini akan menekan biaya politik serta meminimalisasi intervensi yang tidak produktif dalam proses kepemimpinan nasional," jelasnya.

Heru menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penerapan Demokrasi Terpimpin akan menjadi solusi tepat dalam mengatasi tantangan bangsa. Menurutnya, hal ini juga sejalan dengan janji Prabowo untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7–8 persen.