POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Ketua Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Purwakarta, Sutisna Sonjaya, menyayangkan Pj Bupati membatalkan audensi dengan Pospera hanya dengan pesan WhatsApp.

Padahal, Pospera secara resmi melayangkan surat meminta audensi dengan Pj Bupati, tapi sayangnya audensi dengan Pj Bupati yang rencana pada hari ini, Senin (02/10) pukul 10.00 WIB malah diwakilkan kepada Sekretaris Daerah.

Pemberitahuan bahwa Pj Bupati tidak bisa audensi dengan Pospera kemudian akan diwakilkan kepada Sekda, itupun pemberitahuannya via pesan WhatsApp membuat ketua Pospera kecewa.

Baca Juga: Pospera Apresiasi Pj Bupati Benni Irwan Yang Respon Cepat Prihal Aset, Langsung Dibahas Saat Rapim Dengan OPD

“Ini pemerintahan apaan, saya berkirim surat resmi di balasnya pake pesan singkat,” kata Sonjaya, saat ditemui di area Pemda Purwakarta.

Kesekretariatan di Pemda sepertinya terlalu menganggap rendah Pospera, sehingga hanya cukup dengan pemberitahuan melalui pesan Whastapp tidak bersurat secara resmi.

“Pj Bupati perlu melakukan evaluasi terhadap kesekretariatan di lingkungan Pemda, jangan sampai hal serupa terjadi,” jelas Sonjaya.

Baca Juga: Berikut Ini Tiga Prioritas Pj Bupati Purwakarta, Benni Diminta Warga Perbaiki Jalan Karena Banyak Yang Rusak

Padahal, lanjut Sonjaya ada beberapa hal krusial yang akan kita bahas di audensi dengan Pj Bupati, selain masalah Aset juga ada masalah anggaran perubahan yang mesti menjadi perhatian serius Pj Bupati.

“Bukan hanya Aset, kabarnya ada pejabat setingkat Kabag yang baru dilantik diakhir masa jabatan Anne Ratna Mustika, katanya sampai akan mengundurkan diri,” tambah Sonjaya.

Hal-hal informasi sensitif seperti ini Pj Bupati mesti di kasih tahu, untuk di selidiki lebih lanjut apa penyebabnya apa masalahnya, jangan sampai Pj Bupati tidak tahu.

Baca Juga: Selama 5 Tahun Menjabat Anne Tak Mampu Tertibkan Mobil Dinas Anak Buahnya 'Ndableg', Ini Kata Pj Bupati Benni

“Kasihan Pj Bupati, baru menjabat jangan sampai ada informasi-informasi krusial yang tidak sampai kepadanya,” beber Sonjaya.

Pospera, lanjut Sonjaya, menolak audensi yang diwakilkan oleh Sekda, karena dirinya akan menyampaikan beberapa informasi krusial yang harus diketahui Pj Bupati.

“Pemberitahuannya pake pesan WhatsApp, audensinya jadinya dengan Sekda. Tapi kita tolak, kalau bisa dijadwal ulang,” tegas Sonjaya.

Baca Juga: Lebih Parah Hutang DBH Mantan Bupati Anne Daripada Dedi, Pj Bupati Purwakarta Benni Siap-siap Bayar Utang DBH

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta, Norman Nugraha, saat dikonfirmasi via seluller terkait masalah balasan audensi dari sekretariat daerah hanya via pesan Whatsapp tidak menjawab.***