POJOKSATU.id, JAKARTA-- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menutup tahun 2024 dengan penuh kebanggaan atas sederet pencapaian yang telah diraih sepanjang tahun ini.
Sebagai perusahaan pemberdayaan masyarakat prasejahtera di Indonesia, PNM terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi keuangan inklusif dan memperkuat peran UMKM khususnya ibu-ibu pengusaha ultra mikro dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
Selama tahun 2024, PNM mencatat berbagai pencapaian penting, di antaranya pertumbuhan jumlah nasabah PNM Mekar dimana PNM telah memberdayakan lebih dari 21.67 juta ibu-ibu melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), yang tersebar hingga pelosok negeri.
Ibu-ibu pengusaha ultra mikro ini turut menerima manfaat pembiayaan dengan total akumulasi pembiayaan sebesar Rp 305,82 triliunmelalui 6.165 kecamatan, 451 kota di 36 Provinsi di seluruh Indonesia.
Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi mengapresiasi seluruh kerja keras dan semangat berusaha ibu-ibu Mekaar selama ini. Ia juga berkomitmen untuk terus meningkatan kualitas pemberdayaan.
“Tahun 2024 menjadi bukti nyata bahwa pemberdayaan masyarakat kelas bawah, jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif, mampu menciptakan dampak yang langsung dapat dirasakan oleh para penerima manfaat. Tentunya, kami akan terus memperkuat komitmen dalam mendampingi ibu-ibu pengusaha ultra mikro agar lebih berdaya dan mandiri,” kata Arief, Rabu (1/1/2025).
PNM mengajak nasabah unggulan binaannya berpartisipasi dalam berbagai pameran bergengsi baik dalam skala lokal maupun internasional.
Bukan hanya itu, program studi banding ke berbagai daerah dan klasterisasi usaha juga menjadi ikhtiar PNM dalam mendorong naik kelasnya usaha ultra mikro.
“Kami bentuk 22 Kampung Madani dan 443 klasterisasi yang dampaknya membentuk 363.097 ketua kelompok menjadi Mitra Pemberdayaan melalui Whatsapp Group dan 422.479 nasabah menjadi Agen BRILink Mekaar," ujarnya.
Menatap tahun 2025, PNM berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan khususnya di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan meningkatkan jumlah dan kualitas pendampingan serta pelatihan usaha kepada para nasabah.
PNM percaya bahwa upaya pendampingan dan pemberdayaan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.
“PNM juga akan tetap memfokuskan diri mendukung rencana Holding Ultra Mikro dalam pemberdayaan kepada pengusaha ultra mikro dan UMK. Doakan kami dapat terus membantu usaha subsisten ibu-ibu Mekaar,” ujar Arief.***




