POJOKSATU.id, Depok – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menerapkan sistem otomasi pertanian berbasis Internet of Things (IoT), dan mengembangkan website pemasaran digital bagi Kelompok Tani Kobong Farm Nursery di Meruyung, Kota Depok.
Program bertajuk “Pemberdayaan Poktan Kobong Farm Nursery melalui Otomasi Penyiraman Berbasis IoT dan Website Pemasaran Digital” ini dilaksanakan sejak April 2026, melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Peresmian dan serah terima peralatan berlangsung pada 24 Juli 2026, dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok, Dadan Rustandi, Ketua PCNU Kota Depok sekaligus tuan rumah, Achmad Solechan, Ketua Jurusan Teknik Elektro PNJ sekaligus Ketua Tim Pelaksana, Murie Dwiyaniti, Ketua Poktan Kobong Farm Nursery, Abdullah Naja, serta 10 anggota kelompok tani.
Baca Juga: Stay More, Spend Less: Nikmati Diskon Hingga 25% untuk Seluruh Tipe Kamar di Ascott Kuningan Jakarta
Murie mengatakan program tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi budidaya anggur sekaligus memperluas pemasaran produk kelompok tani melalui teknologi digital.
“Kami tidak hanya menyerahkan peralatan, tetapi juga memberikan pelatihan agar kelompok tani mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan teknologi secara mandiri,” kata Murie.
Kegiatan diawali dengan sambutan, penandatanganan berita acara serah terima peralatan, dan surat pernyataan penggunaan produk oleh mitra.
Para undangan kemudian meninjau kebun anggur untuk melihat pengoperasian sistem yang dikembangkan tim Jurusan Teknik Elektro PNJ.
Sistem tersebut mengintegrasikan pencampuran nutrisi otomatis, penyiraman irigasi tetes, misting untuk membantu penyemprotan pestisida, dan pendinginan menggunakan cooling pad untuk mengatur suhu di dalam greenhouse.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Depok, Dadan Rustandi mengapresiasi inovasi tersebut.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Ketahanan Pangan di Tasikmalaya, KWT Mekar Fajar Dibekali Budidaya Hidroponik
Menurut dia, sistem otomasi terintegrasi itu merupakan yang pertama dan satu-satunya diterapkan pada kebun anggur di Kota Depok.
“Sistem yang mengintegrasikan pencampuran nutrisi, irigasi tetes, misting, dan pendinginan greenhouse ini merupakan yang pertama dan satu-satunya pada kebun anggur di Kota Depok,” kata Dadan.
Sistem otomasi dilengkapi panel kontrol dan Human Machine Interface (HMI) untuk memudahkan petani memantau dan mengoperasikan peralatan di lokasi.
Baca Juga: Terbuka untuk Umum: Habib Syech dan Tokoh Lintas Agama Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas
Petani juga dapat memantau dan mengendalikan sistem dari jarak jauh melalui aplikasi IoT Blynk pada telepon seluler.
Teknologi tersebut membantu petani mengatur pemberian nutrisi dan air secara lebih terukur, mengurangi pekerjaan manual, serta menjaga kondisi greenhouse agar sesuai dengan kebutuhan tanaman anggur.
Selain memasang sistem otomasi, tim PNJ mengembangkan website untuk menampilkan profil kelompok tani, mempromosikan bibit anggur dan produk pertanian, serta memublikasikan berita dan kegiatan Kobong Farm Nursery.
Baca Juga: Sosok Iptu Setya Budi Ditangkap KPK Peras Bupati Pemalang Ternyata Eks Ajudan Alex Marwata 9 Tahun
Tim juga memberikan pelatihan digital marketing, pengelolaan website, dan pengoperasian peralatan kepada anggota kelompok tani.
Pelatihan digital marketing disampaikan anggota tim, Imas Chandra Pratiwi, dengan materi pembuatan konten, penyajian informasi produk, dan pemanfaatan media digital untuk menjangkau konsumen.
Pelatihan pengelolaan website disampaikan anggota tim, Viving Frendiana. Peserta mempraktikkan cara memperbarui informasi produk, mengunggah berita dan foto, serta mengelola konten secara mandiri.
Baca Juga: Kisruh KAMMI Berujung Laporan ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Kasus Pemalsuan
Dalam pelatihan teknis, peserta mempraktikkan pengoperasian sistem melalui panel kontrol dan HMI serta pemantauan dan pengendalian jarak jauh menggunakan aplikasi Blynk.
Ketua Poktan Kobong Farm Nursery Abdullah Naja mengatakan teknologi dan pelatihan tersebut membantu kelompok tani mengelola kebun secara lebih efisien.
“ini memudahkan kami mengelola pencampuran nutrisi, penyiraman, dan kondisi greenhouse. Website yang dikembangkan juga membantu memperluas pemasaran produk,” kata Abdullah.
Baca Juga: Muslim Arbi Soroti Dugaan Kesamaan Jaringan Surveyor, Minta Lembaga Survei Lebih Transparan
Program tersebut melibatkan dosen dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro PNJ dalam perancangan, pembuatan, pemasangan, pengujian, dan pelatihan penggunaan sistem.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani itu diharapkan mendorong Kobong Farm Nursery menjadi kelompok tani yang produktif, adaptif terhadap teknologi, dan mandiri dalam pemasaran digital.***




