POJOKSATU.ID -  Pernyataan kontroversial calon bupati Indramayu, Lucky Hakim, dalam sebuah video kampanye yang beredar di Desa Karangsong, mengundang gelombang tawa sekaligus kritik dari masyarakat.

Dalam video tersebut, Lucky menyebut program Dokter Masuk Rumah (Dokmaru) sebagai singkatan dari Dodok Mangan Turu (duduk, makan, tidur), yang membuat banyak pihak mempertanyakan komitmennya dalam bidang kesehatan.

Wakil Ketua PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, Nanang Qosim, menilai pernyataan Lucky tersebut sebagai bukti bahwa mantan bupati ini telah kehabisan materi kampanye hingga menyebar hoaks.

"Kayaknya Lucky sudah kehabisan bahan kampanye, sampai lupa dan bikin hoaks ke masyarakat Indramayu," ucap Nanang.

Baca Juga: Ara Sahara Runner-up Puteri Ekowisata Jawa Tengah 2023 Segera Masuk Dapur Rekaman BosBro Music

Ia menambahkan bahwa plesetan yang dilakukan Lucky adalah bentuk pelecehan terhadap tenaga kesehatan yang telah bekerja keras siang dan malam dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat yang kurang mampu.

"Program Dokmaru itu dibesut oleh pasangan Nina-Lucky waktu itu. Jadi, sangat jelas kalau Lucky tahu bahwa Dokmaru adalah singkatan dari dokter masuk rumah, bukan yang ia plesetkan. Ini menunjukkan kurangnya bahan kampanye dari Lucky," lanjut Nanang Qosim.

Nanang juga mengingatkan, pada Pilkada 2020 lalu, Lucky Hakim sendiri kerap menggaungkan program Dokmaru sebagai program unggulan di bidang kesehatan. Namun kini, menurut Nanang, Lucky justru mengingkari program yang pernah ia promosikan. "Jangan sebar hoaks, Pak Lucky. Rakyat sudah cerdas dan tahu mana yang benar dan mana yang tidak," tambahnya.

Baca Juga: Rahasia Performa Motor Matic Tetap Top, Pentingnya Mengganti Oli Gardan Secara Rutin

Sementara itu, sejumlah warga merespons positif program Dokmaru yang telah berjalan. Ibu Kasti, warga Desa Lobener, berbagi pengalamannya ketika anaknya yang memiliki kelainan pada langit-langit bibir dan mulut mendapatkan penanganan medis melalui program ini. "Program Dokmaru sangat membantu kami yang kurang mampu. Terima kasih, Bu Nina," ujar Kasti.

Karyo Sadam, warga Desa Junti Kedokan, juga merasakan manfaat program ini. "Sudah dua kali saya dapat layanan Dokmaru, dan sangat terbantu ketika saya membutuhkan perawatan medis segera," katanya.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu mencatat bahwa program Dokmaru telah memberikan 4.814 layanan medis, termasuk layanan antar ke Puskesmas hingga rujukan ke rumah sakit. Program ini dinilai efektif membantu masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses finansial dan jarak ke fasilitas kesehatan.