POJOKSATU.id - Perut terasa penuh, kencang, dan membesar sering kali langsung dianggap sebagai masuk angin.

Padahal, kondisi ini bisa dipicu banyak hal, mulai dari kebiasaan makan, gangguan pencernaan, hingga perubahan hormon.

Selain membuat tidak nyaman, perut kembung juga kerap disertai sendawa, sering buang angin, bahkan nyeri pada perut.

Meski umumnya bukan kondisi yang berbahaya, keluhan yang berlangsung terus-menerus tetap perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda penyakit tertentu.

Penyebab perut kembung
Pada dasarnya, perut kembung terjadi akibat penumpukan gas atau cairan di saluran pencernaan.

Baca Juga: Tangan Sering Berkeringat Padahal Tak Kepanasan? Bisa Jadi Tanda Hiperhidrosis, Kenali Penyebabnya

Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh pola makan maupun gangguan kesehatan.

Beberapa penyebab yang paling sering memicu perut kembung antara lain:

1. Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman penghasil gas

Minuman bersoda, alkohol, kopi, serta beberapa jenis sayuran seperti kol, kembang kol, dan bawang bombai dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan sehingga perut terasa penuh.

2. Makan terlalu cepat

Kebiasaan makan terburu-buru atau sambil berbicara membuat lebih banyak udara ikut tertelan.

Akibatnya, gas menumpuk di dalam lambung dan usus sehingga memicu rasa kembung.

Baca Juga: Prabowo Ajak PM Narendra Modi Keliling Candi Prambanan Naik Helikopter, Resmikan Kerja Sama Pemugaran

3. Konstipasi atau sembelit

Feses yang terlalu lama berada di usus akan mengalami proses fermentasi oleh bakteri.

Proses ini menghasilkan gas berlebih yang membuat perut terasa kencang dan tidak nyaman.

4. Intoleransi makanan

Sebagian orang mengalami kesulitan mencerna zat tertentu, seperti laktosa yang terdapat pada susu sapi.

Selain kembung, intoleransi makanan juga dapat menimbulkan mual, diare, dan sakit perut.

Baca Juga: Gelar Honda Modif Contest 2026, AHM Siapkan Wadah Kreativitas Modifikator Indonesia

5. Gangguan lambung

Penyakit seperti gastritis, tukak lambung, maupun GERD dapat menyebabkan produksi asam lambung meningkat sehingga memicu pembentukan gas.

Keluhan ini biasanya disertai rasa panas di dada atau sering sendawa.

6. Masalah pada pankreas

Pankreas menghasilkan enzim yang membantu proses pencernaan.

Jika organ ini mengalami gangguan, makanan tidak tercerna secara optimal sehingga meningkatkan risiko terbentuknya gas di saluran cerna.

Baca Juga: Suhanta Alek Marques Maju Calon BPD Desa Duren, Siap Kawal Transparansi Anggaran Desa

7. Penyakit celiac

Penderita penyakit celiac tidak mampu mencerna gluten dengan baik.

Konsumsi makanan yang mengandung gluten dapat menyebabkan perut kembung, diare, hingga nyeri perut.

8. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Sindrom iritasi usus juga sering ditandai dengan perut kembung.

Selain itu, penderita bisa mengalami kram perut, diare, sembelit, atau keduanya secara bergantian.

Baca Juga: Farhan Apresiasi Progres BRT Bandung, Kini Soroti Kepastian Model Bisnis Operator

9. Perubahan hormon saat PMS

Pada perempuan, perubahan hormon menjelang menstruasi atau saat awal haid dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga perut terasa kembung.

Dalam kasus yang jarang terjadi, perut kembung juga dapat disebabkan oleh sumbatan usus akibat pertumbuhan massa seperti tumor atau kanker.

Karena itu, keluhan yang tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan.

Cara mengatasi perut kembung
Penanganan perut kembung bergantung pada penyebabnya.

Baca Juga: Belum Bayar Pajak Kendaraan? Siap-siap Tak Bisa Beli BBM Bersubsidi di NTT

Namun, pada sebagian besar kasus, keluhan dapat membaik dengan perubahan pola hidup dan pola makan.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

Minum teh herbal seperti jahe, peppermint, atau chamomile.

Mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung probiotik.

Memperbanyak asupan serat jika penyebabnya adalah sembelit.

Makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering.

Mengunyah makanan secara perlahan.

Baca Juga: Sampah Jadi Persoalan Krusial, Pansus XV DPRD Jabar Siapkan Regulasi yang Lebih Efektif

Menggunakan obat maag sesuai anjuran dokter bila berkaitan dengan gangguan lambung.

Apabila kembung terjadi akibat sindrom pramenstruasi (PMS), keluhan biasanya akan berangsur membaik setelah memasuki hari kedua atau ketiga menstruasi.

Cara mencegah perut kembung
Mencegah perut kembung sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana sehari-hari.

Beberapa langkah yang dianjurkan antara lain:

Mengonsumsi serat dalam jumlah yang cukup secara bertahap.

Minum air putih yang cukup setiap hari.

Baca Juga: Kejati Sumbar Tetapkan Pengawas Proyek Jadi Tersangka, Bongkar Dugaan Rekayasa Supervisi di Kasus Ambruk Jembatan Sikabu

Rutin berolahraga agar pergerakan usus tetap lancar.

Mengurangi konsumsi makanan olahan yang tinggi garam.

Mengunyah makanan lebih perlahan.

Menghindari makanan atau minuman yang terbukti memicu gas berlebih.

Kapan harus ke dokter?
Meski umumnya tidak berbahaya, perut kembung sebaiknya segera diperiksakan apabila berlangsung lebih dari satu minggu atau disertai gejala lain seperti demam, nyeri perut hebat, mual dan muntah terus-menerus, hilang nafsu makan, hingga buang air besar berdarah.

Baca Juga: Prabowo dan PM Modi Sepakat Jaga Perdamaian Dunia, Indonesia-India Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik

Perut kembung memang sering dianggap keluhan ringan, tetapi tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang perlu diperhatikan.

Dengan mengenali penyebabnya sejak dini dan menerapkan pola hidup yang lebih sehat, Anda bisa mencegah keluhan ini berulang sekaligus menjaga kesehatan sistem pencernaan dalam jangka panjang.***