POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Keras, pernyataan Dedi Mulyadi ini buat para pemimpin di negeri ini, baik pemimpin di Desa, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi hingga pemimpin tertinggi diberbagai lembaga pemerintahan, bila mendengarnya bakal merah kupingnya.
Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa pemimpin jangan hanya memikirkan masalah keluarganya, koleganya tapi harus memikirkan kebutuhan dasar rakyatnya. Dari mulai Kesehatan, Pendidikan, Kebutuhan pokok demi untuk kesejahteraan rakyat.
“Jangan hanya memikirkan kehamilan istrinya saja. Fikirkan kehamilan para rakyatnya, saat mereka ke rumah sakit punya tidak biaya untuk kelahirannya,” kata Dedi Mulyadi, saat acara safari cinta di Sumedang dihadapan puluhan ribu rakyat yang hadir.
Harus di urus ketika rakyat hamil, mereka (rakyat yang sedang hamil) punya jaminan atau tidaknya ketika hendak melahirkan. Bila tidak ada, segera pemimpin untuk mengurusnya.
Masih kata Dedi Mulyadi, negara harus hadir untuk membantu rakyatnya yang sedang kesusahan karena tidak punya biaya untuk persalinan.
“Tapi ingat, rakyat juga harus mengatur kehamilannya. Harus diatur ada batasannya maksimal 3, jangan kebanyakan. Kalau terus-terusan dijamin negara, bagaimana bila ada yang hamil sampai 12 bakal habis anggaran buat yang hamil,” beber Dedi Mulyadi.
Peran serta negara sangat dibutuhkan, jangan sampai ada rakyat di negeri ini kebingungan saat hendak melahirkan karena terbentur biaya.
“Negara harus memberikan jaminan, tetapi negara juga harus mengatur dan memberikan hukuman kepada yang tidak taat,” tegas Dedi Mulyadi, diacara safari cinta, Rabu (06/09).
Mengapa hal itu harus dilakukan, karena Dedi Mulyadi sering menangani kasus kemiskinan diakibatkan oleh keluarga yang rata-rata memiliki banyak anak.
“Pemimpin harus cepat tanggap, menyelamatkan generasi masa depan negara ini, salah satunya untuk meringankan biaya persalinan,” beber Dedi Mulyadi.***




