POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Peredaran Minuman Keras (Miras) di Purwakarta sudah diambang memprihatinkan, buktinya 6 siswa SMP dengan mudahnya membawa miras ke area sekolah.

Peredaran miras yang sudah diambang memprihatinkan tersebut, harus menjadi sorotan semua pihak terutama pihak berwajib untuk berani secara tegas memberantas minuman haram tersebut.

Anak-anak sekolah yang masih membutuhkan perhatian dan pembinaan serius tersebut, tidak harus disalahkan sepenuhnya karena membawa Miras ke area pendidikan.

Baca Juga: Jelang Subuh, Mobil Warga yang Terparkir di Garasi Dibakar Orang Tak Dikenal di Cipadu, Korban Minta Polisi Segera Usut

Bukti bahwa mudahnya mendapatkan Miras, itu yang harus menjadi perhatian publik secara serius.

Anak sekolah SMP dengan mudahnya bisa memperoleh miras, artinya peredaran miras di Purwakarta sudah tidak terkendali.

“Kemarin (Jum’at) kita sudah mencari solusi terbaik untuk anak-anak SMP tersebut, karena mereka juga memiliki hak pendidikan,” kata ketua dewan pendidikan Purwakarta, H.Agus Marjuki, kepada pojoksatu.id melalui seluller Sabtu (14/12).

Baca Juga: Razman Nasution Terima Tantangan Nikita Mirzani Soal Taruhan 5 Miliar, Siap Angkat Topi Jika Vadel Dipenjara Akhir Tahun

Untuk jumlah siswa yang kedapatan membawa miras ke area sekolah ada 6 orang, mereka membawa miras dengan cara disamarkan menggunakan botol salah satu minuman.

“Solusinya ke enam siswa yanf masih duduk du kelas 9 tersebut, Dapodiknya masih disekolah SMP yang bersangkutan. Tapi, kegiatan belajarnya di pindahkan tidak disekolah SMP tersebut,” tambah H. Agus Marjuki.

Namun, yang membuat miris ketua dewan pendidikan yaitu masalah mudahnya anak-anak pelajar SMP membeli miras. Artinya peredaran miras di Purwakarta sudah sangat memprihatinkan.

Baca Juga: Prakiraan Jam Tanding 3 Wakil Indonesia di Semifinal BWF WTF Hari Ini

“Ini harus menjadi perhatian semua pihak, bahwa peredaran miras sudah tidak terkendali,” tutup H. Agus, mengakhiri pembicaraan.

Sementara itu secara terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), saat dihubungi via seluller membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya Om, sesuai dengan laporan yang disampaikan ke kami ada 6 pelajar siswa SMP kelas 9. Kemarin sudah di rembugan bersama-sama di sekolah, dengan semua pihak tetmasuk dengan dewan pendidikan. Untuk hasilnya kita masih menunggu laporan lengkapnya dari pihak sekolahan,” jelas Kabid Dikdas panjang lebar.***