POJOKSATU.ID- Perayaan Lebaran Depok 2026 rencananya akan digelar secara mewah dan lebih beragam dibanding tahun lalu.

Beragam seni budaya Betawi hingga Nusantara yang tersebar di tiga wilayah sekaligus akan meramaikan Kota Depok tersebut

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengatakan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, komunitas Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD), hingga TNI dan Polri.

Baca Juga: Penjelasan Panjang Saiful Mujani Soal Pernyataan Mau Jatuhkan Presiden Prabowo di Tengah Jalan

“Alhamdulillah kami sudah susun semuanya. Kegiatannya seni budaya seperti tahun lalu, tetapi lebih padat,” ujar Hamzah.

Rangkaian kegiatan Lebaran Depok akan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 Mei 2026. Pembukaan acara dijadwalkan digelar secara serentak di tiga wilayah, yakni Tapos, Cipayung dan Bojongsari.

“Pembukaan tanggal 5 di tiga tempat sekaligus, kemudian penutupan di tanggal 9,” jelasnya. Berbagai pertunjukan seni akan memeriahkan acara tersebut, di antaranya lenong Betawi, tarian Nusantara, hingga hiburan musik.

Baca Juga: Nasib Guru Honorer dan PPPK Kian Mengkhawatirkan! Wapres Gibran Akhirnya Buka Suara, Simak Baik-Baik

Panitia juga tengah menyiapkan penampilan band ternama, meskipun belum dapat diumumkan karena masih dalam tahap kontrak.

“Budaya Betawi tetap kami tampilkan, lenong masih ada. Tari-tarian Nusantara juga kami hadirkan,” tambah Hamzah seperti dikutip.

Selain menghadirkan hiburan, Lebaran Depok 2026 juga mengusung misi edukasi budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga: PPPK BUP Resah, 2 Tahun Menanti PP Turunan UU ASN 2023 Belum Terbit

Sejumlah tradisi khas Depok akan diperkenalkan kembali, seperti rantangan (tradisi berbagi makanan), ngaduk dodol, hingga kegiatan bersih-bersih perabotan rumah.

“Itu menjadi prioritas, bagaimana budaya Depok dikenalkan kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Dalam rangka memperkuat edukasi budaya, panitia juga akan melibatkan dunia pendidikan, salah satunya melalui pawai budaya yang akan digelar pada hari penutupan.

Baca Juga: Ranperda Kependudukan Kota Bandung Masuk Tahap Evaluasi Jabar, Siti Marfuah: Segera Disahkan Jadi Perda

Para guru direncanakan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. “Kami akan mengundang para guru untuk ikut pawai budaya di hari penutupan,”kata Hamzah.

Ke depan, pihak panitia berharap budaya lokal Depok dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan, sehingga generasi muda lebih mengenal sejarah dan warisan budaya daerahnya.

“Potensial untuk diusulkan agar budaya Depok bisa masuk kurikulum, supaya anak-anak tahu sejarah dan budaya leluhurnya,” tandasnya***