POJOKSATU.ID - Ishtar Vie, penulis asal Cirebon, kembali menarik perhatian dengan peluncuran novel terbarunya yang berjudul "GEH, The Untold Story." Sebelumnya, Ishtar Vie telah sukses dengan karyanya yang berjudul "Mengejar Cakrawala."
Novel terbaru ini, yang merupakan singkatan dari nama Gozali El Hamidi (GEH), menceritakan sosok almarhum ayahnya yang dikenal sebagai aktivis yang taat pada nilai-nilai agama.
Tidak sendiri, dalam penulisan novel ini, Ishtar Vie dibantu oleh Sutan Aji Nugraha, suaminya yang juga menantu dari GEH. Peluncuran novel ini turut dihadiri oleh Pj Sekda Kota Cirebon, M. Arif Kurniawan, yang memberikan apresiasi tinggi atas karya ini.
Dalam keterangannya, Ishtar Vie menyatakan bahwa novel ini merupakan sebuah biografi atau faksi yang menginspirasi. Ia berterima kasih kepada keluarganya, terutama Sutan Aji Nugraha, yang selalu memberikan dukungan penuh sehingga novel ini bisa diselesaikan dengan baik.
"GEH adalah tokoh masyarakat dan aktivis yang sangat dikenal di Cirebon. Melalui novel ini, saya berharap perjuangan dan nilai-nilai yang beliau anut bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas," ujarnya.
Baca Juga: Dukungan Moral untuk IKN, Kaltim Siapkan Perayaan HUT RI ke-79 Libatkan Seluruh Masyarakat
Ishtar juga mengungkapkan bahwa proses penulisan novel ini memakan waktu 30 hari penuh, meskipun terdapat jeda antara penulisan dan penerbitan. Ia menegaskan bahwa kehadiran novel ini adalah bentuk penghormatan dan cinta kepada sang ayah yang telah tiada.
"Menulis tentang beliau adalah cara kami menunjukkan betapa kami mencintai beliau," tambah Ishtar.
Ishtar Vie menggambarkan GEH sebagai seorang ayah yang baik, pendidik, serta aktivis yang peduli pada seni, budaya, dan agama.
"Sebagai pendidik, beliau mengajarkan pentingnya hubungan yang kuat antara guru dan murid tanpa memandang fisik atau status sosial. Sebagai seniman, beliau selalu memastikan karya seninya memiliki nilai-nilai agama," jelasnya.
Sutan Aji Nugraha, menantu dari GEH, juga berbagi pandangannya. Meski hanya mengenal GEH selama dua tahun, Sutan Aji menilai bahwa beliau adalah seorang pendidik yang diakui, baik secara politik maupun sosial.
"Aktivitas beliau banyak bergerak di 'bawah tanah', namun diakui oleh teman maupun 'musuh'-nya," kata Sutan Aji.
Baca Juga: Kukuhkan 72 Paskibraka Sumut Tahun 2024, Fatoni: Jalankan Tugas dan Tanggungjawab dengan Baik
Peluncuran novel ini juga mendapatkan apresiasi dari berbagai tokoh masyarakat, termasuk Erry Yudistira Ramadhan, putra dari Effendi Edo. Erry menyatakan kebanggaannya terhadap karya Ishtar Vie dan Sutan Aji, serta berharap generasi muda Cirebon lainnya mengikuti jejak mereka.
"Novel ini tidak melupakan keaslian Cirebon, seperti yang terlihat pada motif mega mendung di sampul buku," tuturnya.
Peluncuran "GEH, The Untold Story" menjadi momentum penting untuk mengenang dan menyebarluaskan warisan nilai-nilai yang dipegang teguh oleh GEH, sekaligus memperkuat identitas budaya Cirebon.




