POJOKSATU.id, NTT-- Pendekar 08 memperluas bantun bagi masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menjangkau kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga pengungsi mandiri yang tersebar di sejumlah wilayah.
Ketua Umum Pendekar 08 Ancilla Yanny Irmella mengatakan, pada hari ketiga timnya bergerak ke tiga titik di Kabupaten Ngada, yakni Kelurahan Susu, MI Al-Ghuraba Bajawa, serta UPTD Puskesmas Aimere.
"Jadi kami dari Pendekar 08 hadir di sini untuk memberikan bantuan berupa sembako, perlengkapan sekolah dan mainan untuk anak-anak terutama ya, jadi kami hari ini akan turun di tiga titik yaitu di Kelurahan Susu, di Sekolah MI Al-Ghuraba Bajawa dan juga Puskesmas Aimere," kata Ancilla, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga: Banjir Bandang Nepal Hari Kesembilan, 4.757 Masih Hilang, Korban Tewas Capai 1.273 Orang
Di sektor pendidikan, kata dia, bantuan diberikan kepada anak-anak di MI Al-Ghuraba Bajawa berupa perlengkapan sekolah dan mainan. Sementara itu, di sektor kesehatan, Pendekar 08 mendatangi UPTD Puskesmas Aimere.
“Dan nanti kami akan turunkan juga untuk tim trauma healing untuk bantu anak-anak untuk lebih mengatasi traumanya pada saat di sana pasca gempa," ucapnya.
Kehadiran Pendekar 08 mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ngada.
Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menilai upaya pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga TNI, Polri, relawan, serta unsur masyarakat.
Baca Juga: Satu Hati, Menemani Setiap Langkah di 2026, Hadirkan Festival Apresiasi untuk Konsumen
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada dan seluruh masyarakat Ngada, kami menyampaikan terima kasih banyak dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman Pendekar 08 di bawah Bunda Ancilla,” ujar Bernadinus.
Menurut Bernadinus, nilai penting dari aksi kemanusiaan tersebut bukan hanya terletak pada jumlah bantuan yang diberikan, tetapi pada kepedulian dan kemauan untuk hadir bersama masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Situasi ini tidak akan terjadi kalau kita tidak bersama-sama. Di dalam suasana kebencanaan ini atau situasi apapun, dalam peristiwa ini kita mesti kemudian bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, Komandan Kodim 1625/Ngada Letkol Inf Imam Subekti mengatakan, pihaknya telah memetakan masyarakat terdampak yang membutuhkan bantuan, termasuk kelompok pengungsi mandiri yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Ngada.
“Berkaitan dengan bantuan dari Pendekar 08, kami sebagai di wilayah mengetahui kondisinya yang sebenarnya sehingga kami menerima dengan sangat bersyukur bantuan tersebut dan kami akan spesifikan dengan sasaran yang sudah kami siapkan,” ujar Imam.
Menurut dia, pola distribusi tersebut penting agar bantuan tidak hanya terkonsentrasi di titik-titik pengungsian utama, tetapi juga menjangkau masyarakat yang tinggal sementara secara mandiri.
“Di mana sasaran-sasaran kami yang saat ini adalah yang sifatnya mandiri, pengungsi mandiri, dan kami akan langsung dispesifikan melalui Babinsa-Babinsa yang ada di wilayah,” ujarnya.***




