POJOKSATU.id, Kabupaten Cirebon - Sebanyak 20 penarik becak di kawasan Pasar Minggu, Kabupaten Cirebon menerima kompensasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp1,4 juta per orang sebagai pengganti libur bekerja selama arus mudik dan balik Idulfitri 1447 Hijriah.

Salah seorang penarik becak, Taslim, mengaku baru pertama kali menerima bantuan semacam itu.

Ia mengatakan uang kompensasi tersebut langsung dirasakan manfaatnya untuk kebutuhan Lebaran.

“Kami ada 20 orang yang menerima kompensasi dari Pak Gubernur. Baru tahun ini dapat,” ujarnya.

Taslim menyatakan siap mengikuti kebijakan penghentian sementara operasional becak selama H-7 hingga H+7 Idulfitri atau selama 14 hari di kawasan Pasar Baru, Kabupaten Cirebon.

“Terimakasih, kami akan mematuhi karena sudah menerima kompensasinya. Uang kompensasi untuk bayar zakat fitrah dan membeli baju anak,” kata dia.

Menurut Taslim, nilai kompensasi itu lebih besar dibanding pendapatan hariannya sebagai penarik becak.

Dalam kondisi normal, ia rata-rata memperoleh Rp50 ribu per hari, namun saat sepi penumpang pendapatannya bisa nihil.

Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan program kompensasi diberikan kepada pengemudi angkutan tradisional agar tidak beroperasi selama masa mudik demi mengurangi kepadatan di jalur utama.

“Sebanyak 5.000 pengemudi angkot, becak dan delman mendapatkan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang,” ujarnya.

Program tersebut mencakup sopir angkot, kusir delman, dan penarik becak di sejumlah daerah padat lalu lintas di Jawa Barat.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi langkah tersebut karena dinilai membantu kelancaran lalu lintas sekaligus meringankan beban pengemudi angkutan tradisional menjelang Lebaran.

“Selain memperlancar arus, juga membantu pengemudi becak untuk menghadapi Idulfitri. Saya mengimbau kepada wilayah lain untuk bisa mengikuti cara Gubernur Jabar ini,” tambahnya.

Dalam kunjungan yang sama, Dudy juga mengingatkan warga pencari koin di jalur Pantura Kali Sewo agar tidak beraktivitas di badan jalan karena berisiko membahayakan diri sendiri maupun pengendara.

Ia memastikan jalur pantai utara Jawa Barat dalam kondisi mulus dan aman dilalui pemudik.