POJOKSATU.id - Pengamat Ekonomi Universitas Atmajaya Yogyakarta Dr. Y. Sri Susilo mendukung gagasan digitalisasi dalam pemerintahan yang disampaikan Ganjar Pranowo.

Apalagi, gagasan Ganjar Pranowo itu sudah dijalankan dan berhasil mencegah kebocoran uang negara sebesar Rp1,2 triliun di Pemprov Jawa Tengah melalui e-budgeting dan e-planning.

"Seperti yang terjadi pada 2018, GRMS Jateng berhasil mencegah kebocoran anggaran Rp1,2 triliun. Terbesar secara nasional saat itu," ungkap Susilo, Minggu 24 September 2023.

Baca Juga: Keluarga cuma Diberitahu Brigadir Setyo Herlambang Kecelakaan, Bukan Tertembak, Apa Alasan Polda Kaltara?

Dengan demikian, anggaran tersebut bisa digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena dialokasikan pada yang lebih bermanfaat.

Menurut Susilo, inovasi Government Resources Management System (GRMS) yang diinisiasi dan sudah dijalankan Ganjar Pranowo berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi dan memaksimalkan kebermanfaatan anggaran.

Semisal digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau pasar.

Baca Juga: Kecam Bodyshaming Codeblu, Aa Juju Kecewa Farida Nurhan Memperlebar Masalah Review Warung Nyak Kopsah

"Dampaknya bisa menumbuhkan simpul-simpul perekonomian baru. Pertumbuhan ekonomi otomatis terdorong," kata Susilo.

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) ini juga menilai GRMS bisa mewujudkan Jateng menjadi transparan dan akuntabel.

Dengan menjadikan transparansi anggaran sebagai skala prioritas, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Profil Brigadir Setyo Herlambang, tak Banyak yang Tahu Ternyata Anggota SNEX

"Secara mikro sistem ini mampu mencegah kebocoran anggaran. Sehingga APBD Jateng bisa terdistribusi secara optimal guna kepentingan masyarakat," katanya.

Untuk diketahui, GRMS merupakan bangunan sistem aplikasi terintegrasi Pemprov Jateng.

Muara dalam sistem ini adalah integrasi antardata di dalam proses bisnis internal birokrasi yang notabene merupakan sistem pengelolaan keuangan pemerintah dalam menyokong pelayanan publik dan pembangunan.

GRMS merupakan sistem manajemen sumber daya pemerintah yang terintegrasi dan terpusat.

Baca Juga: Fantastis! FIFA Gelontorkan Rp85,6 M ke PSSI Bangun Training Center Timnas Indonesia di IKN

Sistem itu digunakan instansi pemerintah di Provinsi Jawa Tengah untuk mengelola dan memonitor sumber daya pemerintah agar lebih efektif dan efisien.

Dengan terintegrasi dan terpusat, GRMS memudahkan instansi pemerintah mengambil keputusan, serta memberikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya pemerintah.

Hal itu juga membantu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan sumber daya pemerintah, serta memperkuat upaya pencegahan korupsi dan penyelewengan di Provinsi Jateng.

Baca Juga: Cak Imin Sebut PMII Bikin Dirinya Siap Maju jadi Cawapres Anies Baswedan

Ada beberapa elemen penting dari GRMS Provinsi Jateng.

Antara lain e-Budgeting yakni aplikasi penganggaran yang memungkinkan instansi pemerintah untuk mengelola anggaran secara terintegrasi dan real time, mempercepat proses perencanaan anggaran, dan meminimalkan kesalahan.

Kemudian, e-Planning, yakni aplikasi perencanaan yang membantu instansi pemerintah dalam menyusun program dan kegiatan secara terpadu untuk mempercepat proses perencanaan.

Baca Juga: Tak Gentar Ancaman Dipolisikan, Farida Nurhan Malah Desak Codeblu Minta Maaf ke Bang Madun 'Nyak Kopsah'

Selain itu, ada juga aplikasi e-Procurement yaitu aplikasi pengadaan barang dan jasa secara online, yang memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan, serta meminimalisasi risiko tindakan korupsi dan penyelewengan.***